Andi Narogong Borong 23 Mobil Pakai Duit e-KTP

oleh
Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Andi Narogong (kanan) dan kakaknya, Dedi Prijono membelanjakan duit hasil korupsi untuk memborong 23 mobil mewah.
Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Andi Narogong (kanan) dan kakaknya, Dedi Prijono membelanjakan duit hasil korupsi untuk memborong 23 mobil mewah.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Aliran duit hasil korupsi pengadaan e-KTP yang dikantongi terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong diungkap di persidangan, Jumat (20/10). Pengusaha yang menjadi broker proyek senilai Rp 5,9 triliun itu membelanjakan duitnya dengan memborong 23 mobil mahal

Puluhan mobil itu dibeli bersama dua saudara kandungnya, Dedi Prijono dan Vidi Gunawan. Hal ini terungkap dari kesaksian Sandrawati, pemilik showroom mobil di Bogor, Jawa Barat yang menjadi tempat Andi dan saudaranya untuk memborong mobil.

“Dia itu bosanan, mobil masing-masing orang ini tidak mungkin 23. Misalnya, dia baru beli dua bulan, bosan tukar lagi. Baru beli enam bulan bosan ditukar lagi. Jumlahnya sih mereka enggak banyak karena sering tukar-tukar mobil,” ungkap Sandrawati ddi depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (20/10).

Sandrawati mengatakan, 23 mobil itu tidak diborong sekaligus oleh Andi. Tetapi dibeli dalam kurun waktu lima tahun, 2012 hingga 2017. Ia mengatakan beberapa mobil yang dibeli itu antara lain Mini Cooper, Toyota Harrier, Marcedes-Benz, Volkswagen Beetle, BMW 320, Jaguar, Porsche Boxster, Totoya Vellfire, Toyota Land Cruiser, dan Range Rover.

Selanjutnya, Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan mengkonfirmasi kepada Sandrawati seperti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bahwa Andi Narogong bersama dua saudara kandungnya membeli mobil-mobil tersebut atas nama orang lain.

“Tetapi semua yang ini sih dia beli mobil barunya ada hubungan keluarga, ada yang atas namanya istrinya Vidi, ada yang atas nama Dedi Prijono, Ernawati mungkin saudaranya Pak Andi,” jawab Sandrawati.

Namun, ia mengaku bahwa untuk mobil bekas memang dibeli atas nama orang lain. “Untuk mobil second Andi, Vidi, dan Dedi ketika beli memang menggunakan nama orang lain, mungkin karyawan mereka supaya tidak kena pajak progresif,” ucap Sandrawati.

Andi Narogong didakwa mendapatkan keuntungan USD 1,499 juta dan Rp 1 miliar dalam proyek pengadaan KTP-e yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun. (ant/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *