Aneh, Barang Bukti Diduga Hilang Saat Pelimpahan Berkas Tahap Dua

oleh
Indra Tri Tjahjono saat menjalani persidangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sidang penipuan dalam jabatan dengan terdakwa Indra Tri Thahjono yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya menemui hambatan. Penyebabnya, barang bukti berupa uang yang diduga hasil penipuan terdakwa diduga hilang.

Penasihat hukum terdakwa, Amatus Udin SH, mengatakan barang bukti berupa uang tunai Rp. 65.000.000 pada saat tahap pelimpahan tahap dua di kejaksaan uang tunai tersebut tidak ada.

“Waktu di Polrestabes ada uang tunai Rp. 65 juta, sampai dilimpahkan ke kejaksaan uang itu tidak ada,” ujarnya keheranan.

Amatus menambahkan, dengan tidak ada bukti uang tunai tersebut pihaknya akan meminta kepada majelis hakim PN Surabaya supaya memanggil penyidik terkait perkara ini.

“Saya memohon kepada majelis agar penyidik dipanggil untuk memberi keterangan. Maksudnya, agar semua barang bukti itu diserahkan kepada perusahaan, ithikad baik klien kami itu,” tambahnya

Pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Hasan Efendi dijelaskan, terdakwa Indra Tri Thahjono selaku karyawan PT. Sari Gandum Sukses Abadi Jl. Kedungsari No.66-FA Surabaya yang bergerak dalam bidang distributor tepung terigu dan produksi tepung tapioca yang pada saat itu terdakwa di beri tugas sebagai Sales Marketing.

Pada tanggal 19 Januari 2019 terdakwa juga telah menerima pembayaran 20 (dua puluh) ton tepung Tapioka SG sebanyak 50 kg dari saksi Hendro Gunawan sebesar Rp. Rp. 162.000.000,- (seratus enam puluh dua juta rupiah), yang mana saat melakukan penagihan tanpa menggunakan Faktur penagihan karena sejak memesan akan di bayar cas, dan saat terdakwa menerima pembayaran hanya memberikan tanda terima berupa kwitansi kepada Saksi.

Pada waktu yang sama, terdakwa juga menerima pembayaran 10.450 Kg tepung Tapioka Aircraft seberat 50 kg dari saksi Hendro Gunawan sebesar Rp. 81.510.000,- (delapan puluh satu juta lima ratus sepuluh rupiah), yang mana saat melakukan penagihan juga tanpa menggunakan Faktur penagihan.

Dari hasil penagihan tersebut total kurang lebih sebesar Rp. 399.510.000, ( tiga ratus Sembilan puluh Sembilan juta lima ratus sepuluh ribu rupiah) oleh terdakwa tidak disetorkan ke PT. Sari Gandum Sukses Abadi melainkan digunakan untuk kebutuhan terdakwa. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.