Aneh, Gatot Tak Pernah Diberitahu Presiden Soal Pergantian Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama jajaran perwira tinggi TNI.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Ia mengaku tak pernah diberi tahu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pergantian panglima TNI yang informasinya sudah beredar luas.

Karena ketidakatahuan inilah, klaim Gatot, dirinya mengeluarkan surat keputusan mutasi 85 perwira. Menurut Gatot, surat mutasi itu dibuat sebelum adanya penunjukan Marsekal Hadi Tjahjanto oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon panglima TNI.

“Saya tidak melanggar etika karena tanggal 4 Desember,” ujar Gatot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

 

Panglima TNI yang akan pensun pada April 2018 ini berujar, tak akan melakukan mutasi perwira tinggi apabila sebelumnya sudah mengetahui soal penunjukan Marsekal Hadi Tjahjanto. (Baca juga: Gatot Nurmantyo Emoh Komentari Penunjukan KASAU Sebagai Panglima TNI).

“Saya sama sekali tidak tahu, saya tahunya setelah ditelepon Mensesneg setelah beliau menyerahkan surat kepada DPR,” ucapnya.

Tetapi ia memastikan keputusannya memutasi 85 perwira tinggi TNI sudah melalui proses bertahap berdasarkan prosedur yang ada. Mutasi ini, kata Gatot, berdasar hasil pra wanjakti atau Dewan Kepangkatan Tinggi yang diwakili oleh wakil KSAU dan wakil KSAD pada pada 30 November 2017. (Baca juga: Mutasi Pati di Tengah Pergantian Panglima TNI, Gatot Nurmantyo Ngaku Tak Salahi Etika).

“Kemudian tanggal 4 Desember kami rapat karena belum tahu, ya belum tahu karena saya tidak diberi tahu oleh Presiden,” ujarnya.

Ia menambahkan, memasuki tahun politik di Indonesia, Hadi Tjahjanto sudah paham cara menghadapinya.

“Saya pikir KSAU sudah paham betul, kita lihat saat Pilkada DKI cukup tinggi sekarang Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, Lampung, Palembang, bahkan Papua. Ini TNI bisa menjadi penengah apabila netral,” jelas Gatot. (lpn/adi)