Ajukan Permohonan Banding Meski Belum Divonis, Hakim Tegur Kuasa Hukum

oleh
Junasril Agus.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Majelis (KM) dalam sidang perkara Narkotika Yulisar dibuat geram oleh penasehat hukum dari terdakwa Ella Puriyanti Binti Agus Purwantoko.

Kekesalan Yulisar bermula ketika penasehat hukum terdakwa Junasril Agus SH melayangkan akta permintaan banding kepada Penitera. Padahal perkara tersebut belum diputus oleh majelis hakim.

Hal tersebut diutarakan oleh Hakim Yulisar pada saat memperlihatkan akta permintaan banding. Pada akta banding Junasril Agus mengajukan permintaan banding terhadap putusan pengadilan negeri Surabaya Nomor 2665/Pid.Sus/2018/PN Sby Tanggal 10 Oktober 2018.

“Permintaan banding dikirim pada tanggal 10 Oktober. Padahal Perkara ini diputus tanggal 17 Oktober 2018” ucap Hakim Yulisar, Rabu (24/10/2018).

Dalam putusan tersebut, lanjut Yulisar, terdakwa perkara Narkotika Ella Puriyanti Binti Agus Purwantoko menyatakan terima putusan dan tidak menyatakan banding.

“Pada putusan terdakwa menyatakan terima. Saat saya tanya siapa Junasril terdakwa tidak mengetahuinya. Lantas jika Junasril tidak mendapatkan surat kuasa darimana dia banding” tambahnya.

Sepengatahuan hakim Yulisar, jika Junasril Agus tergabung dalam himpunan advokat peradi. Tak hanya itu, Yulisar mengaku geram kepada Junasril Agus.

Informasi yang diterimanya, Junasril Agus merupakan anggota dari Peradi. Dirinya akan menanyakan hal tersebut saat bertemu secara langsung dengan yang bersangkutan.

“Kalau memang pengacara baru kita foto kaetu identitasnya, kalau memang pengacara, mana surat kuasanya. Kalau dia belum mendapat surat kuasa dari terdakwa darimana dia banding” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *