Anggota TNI Tewas Dikeroyok Geng Motor

No comment 1297 views
Prosesi pemakaman Anggota TNI AD, Pratu Galang yang menjadi korban aksi brutal geng motor di Bandung.

Prosesi pemakaman Anggota TNI AD, Pratu Galang yang menjadi korban aksi brutal geng motor di Bandung.

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Kebrutalan geng motor di Kota Bandung seperti taka da habisnya. Bahkan baru-baru ini, seorang anggota TNI AD, Pratu Galang, menjadi korban meninggal dunia aksi brutal geng motor di Kota Kembang itu.

Peristiwa penganiayaan tersebut berlangsung pada Minggu (5/3) dini hari, di Jalan Rajawali (Cibeureum), Kota Bandung.

“Korban hendak pulang ke asmara. Namun, di tengah jalan dicegat sekelompok orang. Jumlahnya sekitar 20 orang. Korban mengalami empat luka tusukan di bagian punggung,’’ kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (7/6).

Menurut Yusri, setelah menganiaya Pratu Galang, para pelaku langsung melarikan diri. Korban yang mengalami luka parah sempat dibawa oleh beberapa saksi ke RS Dustira, Kota Cimahi.

Sekitar pukul 04.00 WIB, korban tiba di rumah sakit dan sekitar pukul 07.00 menjalani operasi pada luka yang dideritanya. Namun, nyawa korban tak tertolong dan korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB. 

Sebelum peristiwa penganiayaan, korban bersama rekan-rekannya di klub motor CB berkumpul sambil minum kopi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Usai berkumpul, mereka bubar sekitar pukul 01.30 WIB.

“Korban mengendarai sepeda motor seorang diri. Dalam kondisi terluka, korban masih sadar dan sempat menghubungi rekannya melalui telepon genggam,’’ ujar Yusri.

Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani jajaran Polrestabes Bandung dibantu Polda Jabar. Polisi, kata Yusri, masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun, sampai saat ini polisi belum menangkap kawanan pengeroyok yang diperkirakan berjumlah 20 orang tersebut. “Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut,” katanya.

Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Letkol Arm MD Arianto mengatakan, TNI AD menyerahkan sepenuhnya kasus penganiayaan tersebut kepada polisi. Meski demikian, lanjutnya, Kodam III membantu polisi dalam proses penyelidikan kasus ini.

“Karena perkara hukum, kita serahkan sepenuhnya kepada polisi. Kita membantu tugas polisi dalam penyelidikan,” kata Arianto. (rp/gbi)