Anies dan Sudirman, Algojo Terdepan Prabowo Gencet Jokowi di 2019

oleh
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diapit dua 'algojo' politiknya yang baru, Anies Baswedan (kiri) dan Sudirman Said (kanan).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diapit dua ‘algojo’ politiknya yang baru, Anies Baswedan (kiri) dan Sudirman Said (kanan).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Anies Baswedan dan Sudirman dua tokoh yang pernah menjabat menteri dan  dicopot dari jabatannya oleh Presiden Joko Widodo mempunyai banyak kesamaan. Yang paling menarik, dua sosok ‘terbuang’ ini langsung direkrut rival Jokowi di Pilpres 2014, Prabowo Subianto dan diusung menjadi calon gubernur dari Partai Gerindra.

Anies merupakan Rektor Universitas Paramadina yang direkrut Jokowi menjadi juru bicara tim suksesnya saat berkompetisi di Pilpres 2014 hingga diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja. Sedangkan Sudirman Said dipercaya Jokowi untuk menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Ia juga dicopot bersamaan dengan Anies, yakni pada momen perombakan kabinet jilid II. Pencopotan Anies dan Sudirman dari jabatan menteri juga sama-sama memantik kontgroversi. Anies dicopot Jokowi dalam reshuffle kabinet jilid II, 27 Juli 2016 dan digantikan oleh kader Muhammadiyah, Muhadjir Effendy tanpa ada penjelasan dari istana.

Sedangkan kursi Sudirman di cabinet mulai goyang setelah melaporkan Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan terkait kasus “Papa Minta Saham” di akhir tahun 2015. Sudirman melaporkan Novanto atas dugaan mencatut nama Jokowi-JK untuk meminta saham dari PT Freeport Indonesia dan menyerahkan bukti rekaman percakapan bekas Ketua Umum Partai Golkar itu bersama pengusaha minyak Riza Chalid saat berbincang dengan Presiden direktur PT Freeport Indonesia saat itu, Maroef Sjamsoeddin.

Awalnya kasus ini seperti tak berimbas apapun pada Sudirman maupun Novanto setelah selesai diproses MKD. Namun seperti api yang tertimbun sekam, Sudirman tiba-tiba dicopot dua bulan pasca Partai Golkar yang saat itu dinakhodai Novanto mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019 pada Mei 2016.

Selang beberapa bulan kemudian, Partai Gerindra mengumumkan Anies Baswedan menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sandiaga Uno. Usai terpilih sebagai Gubernur DKI, Anies langsung menggaet Sudirman Said sebagai Ketua Tim Sinkronisasi yang bertugas mempersiapkan proses transisi menuju pelantikan Anies-Sandi sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI.

Langkah politik Sudirman yang selama ini masih bergerak di bawah tanah pun perlahan menunjukkan ‘jati dirinya’ dan mulai diperhitungkan. Baru-baru ini, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menetapkannya sebagai bakal Calon Gubernur Jawa Tengah yang akan menantang calon incumbent dari PDIP, Ganjar Pranowo.

Deklarasi Partai Gerindra mengusung Sudirman Said diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (13/12) kemarin.

Di sela kesibukannya mengurus Jakarta, Anies pun menyempatkan hadir dalam deklarasi itu.

“Ya Pak Sudirman Said adalah mantan ketua tim sinkronisasi, beliau banyak membantu kami di dalam proses transisi kemarin. Dan ini sebuah babak baru di perjalanan hidupnya, maupun dalam perjuangan untuk Jawa Tengah,” ucap Anies.

Anies juga sempat menyinggung soal kebersamaannya dengan Sudirman Said di Kabinet Jokowi-JK. Dengan bergurau, ia menyebut bahwa dirinya dan Sudirman ‘lulus cepat’ dari kabinet Jokowi.

Dari dua sosok inilah, pertarungan politik PDIP dengan Gerindra di Pemilu 2019 dan Prabowo kontra Jokowi di Pilpres dimulai. Gerindra sudah unggul satu poin dari kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI. Pilgub Jateng yang digelar serentak tahun 2018 dengan Jabar dan Jatim barangkali akan menjadi pertaruhan besar kedua parpol untuk memenangkan Pilpres 2019 nanti.

Karena pertarungan sesungguhnya ada di Pilpres 2019. Untuk meramal siapa yang bakal keluar jadi pemenang, patut dicermati dari persaingan dan gerak politik dua parpol itu di pilkada serentak 2018. (gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *