Anies-Gatot Cawapres Terkuat Dampingi Prabowo

oleh
Inilah tiga nama paling berpeluang mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres di Pilpres 2019. Dari kiri: Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo dan TGB M Zainul Majdi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Gerindra telah menjaring tujuh nama sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Dari tujuh nama itu, tiga kandidat dianggap memiliki peluang paling besar yakni Anie sBaswedan, Gatot Nurmantyo dan TGB M Zainul Majdi.

Nama terakhir yang disebut tadi juga masuk bursa cawapres Joko Widodo. Adapun Anies dan Gatot segera dibicarakan dengan parpol yang akan berkoalisi dengan Gerindra.

“Mas Anies adalah salah satu calon cawapres yang akan dibicarakan dengan parpol koalisi,” kata Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiade melalui pesan singkat, Selasa (27/3).

Hingga saat ini Prabowo belum mendeklarasikan diri maju dalam Pilpres 2019. Deklarasi menunggu pembahasan dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) Gerindra pada awal April 2018.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria pun mengamini menguatnya peluang Gubernur DKI Jakarta dan bekas Panglima TNI itu. Riza menilai, sebagai gubernur Jakarta, Anies memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang tidak perlu diragukan.

“Pak Anies punya peluang yang besar. Pak Gatot juga punya peluang dan kesempatan yang sama. Jadi, dua ini punya kesempatan yang sama,” kata Riza saat dihubungi.

Demikian pula dengan elektabilitas Anies, menurut Riza, hal itu tak perlu diragukan. Namun, hal itu masih perlu dibahas dengan partai koalisi karena Gerindra tak bisa memutuskannya sendiri.

“Sebab, bukan sekadar menentukan siapa cawapresnya, tetapi jauh lebih penting bagaimana membangun sinergi di antara kekuatan partai yang berkoalisi dan membangun sinergi dengan ormas yang akan mendukung nanti. Jadi, kami harus mempertimbangkan banyak aspek,” lanjutnya.

Ketua DPP Gerindra, Sodik Mudjahid mengatakan, partainya telah mengerucutkan nama-nama bakal calon wakil presiden atau cawapres pilpres 2019. Di antara nama-nama tersebut, ada Gatot Nurmantyo dan Tuan Guru Bajang.

“Sudah ada (bakal cawapres) dari 15, mengerucut jadi tujuh, mengerucut jadi lima,” kata Sodik di gedung DPR, Jakarta, Selasa 27 Maret 2018.

Ia menjelaskan, berbagai elemen masuk ke dalam daftar tadi. Di antaranya elemen sipil, elemen ulama, elemen cendikiawan, elemen tokoh, dan elemen militer.

“Sejauh ini, masih ada juga (militer). (Gatot) Ah, itu salah satu saja. Kalau ingin detail, ke pimpinan kami. Kami belum diberikan kewenangan untuk Pilpres. (Gatot) Di antara tujuh,” kata Sodik.

Saat ditanya nama Tuan Guru Bajang (TGB),  ia mengakui, nama tersebut masuk ke dalam daftar bakal cawapres. Hanya saja, Sodik enggan menyebutkan apakah TGB masuk ke dalam 15 atau bahkan lima nama yang ada.

PBB Siap Koalisi dengan Gerindra

Salah satu partai yang hampir pasti berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019 nanti adalah Partai Bulan Bintang (PBB). Partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra ini menjagokan Gatot Nurmantyo sebagai kandidat di Pilpres 2019.

PBB menilai Gatot sebagai calon potensial di bursa Pilpres 2019 berdasarkan dari beberapa survei internal partai. Berdasarkan survei internal PBB, duet Gatot dan Yusril Ihza Mahendra kerap menang telak dari duet pejawat Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Untuk itu, PBB menilai Gatot merupakan calon yang tepat untuk masuk bursa Pilpres. “Pak Gatot salah satu calon potensial saat ini,” kata Kepala Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono, Selasa (27/3).

PBB akan mendorong Gatot sebagai cawapres mendampini Prabowo. PBB berharap Gerindra bergabung dalam poros baru ini.

“Kami mencoba mengusung Prabowo-Yusril atau Gatot-Hidayat,” ujar Sukmo. (rep/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *