Anies-Sandi Kaji Program Revolusi Putih Usulan Prabowo

Program gerakan membudayakan anak minum susu atau disebut program revolusi putih yang dicetuskan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto kini sedang digodok Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mempertimbangkan serius program revolusi putih usulan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut Sandiaga, program ini untuk meningkatkan daya saing anak bangsa, meskipun banyak pihak menilai sarat muatan politis.

Sandiaga menyatakan pihaknya akan melakukan kajian komprehensif pada program revolusi putih.

“Itu (usulan program revolusi putih) akan kami kaji. Nanti saya dan Pak Anies akan duduk bersama untuk melihat bagaimana bisa disediakan bubur kacang hijau atau susu,” kata Sandiaga di Jakarta.

Dalam melakukan kajian pihaknya melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, ahli nutrisi, serta komunitas-komunitas. Kajian itu ia harapkan bisa rampung dalam waktu satu bulan. Jika tidak melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), Sandiaga menyebut opsi lainnya dari dana corporate social responsibility (CSR).

“Kalau belum masuk APBD mungkin bentuknya melalui CSR atau melalui partisipsi masyarakat,” tambah Sandi.

Program revolusi putih digalang oleh Prabowo sejak 2009, ketika ia mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Megawati Soekarno Putri. Prabowo telah memulai gerakan ini di rumahnya di Bukit Hambalang, Kampung Gombong, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang juga terdapat lokasi peternakan kambing.

Tujuannya, dengan menjadikan susu sebagai konsumsi harian anak Indonesia, diharapkan dapat melahirkan karakter bangsa yang sehat dan kuat. Ia berkaca pada India dan Cina, yang disebutnya telah melaksanakan program sejenis secara simultan.

Sandiaga menyebut gagasan Prabowo tersebut patut dikaji guna meningkatkan daya saing anak Indonesia. “Kita ingin anak muda kita ke depan memiliki asupan gizi cukup. Salah satunya dari susu. Bisa juga dari ikan atau telur. Tapi ini salah satu ide yang kita perlu kaji dan Pak Prabowo ingin generasi muda kita ke depan bisa berdaya saing karena kita ingin menjadi jawara di Asia Tenggara, bahkan di Asia,” jelas Sandiaga

Usulan program revolusi putih disampaikan oleh adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo saat berkunjung ke Balaikota DKI Jakarta pada Kamis (26/10) lalu. Saat itu, Hashim menyampaikan usulannya agar program revolusi putih ini bisa masuk ke APBD 2018.

“Ini perlu diajukan ke untuk dimasukkan ke dalam RAPBD tahun depan. Kan ini tahun fiskal berarti mulai 2018. Secepatnya,” tutur Hashim.

Berdasarkan usulan Hashim, setiap siswa-siswi kurang mampu di DKI Jakarta nantinya akan mendapatkan sarapan berupa susu atau bubur kacang hijau untuk menambah baik asupan gizi mereka.

Anies-Sandi diminta mengkaji betul pelaksanaan dari program ini, utamanya jika dilaksanakan menggunakan dana APBD. Sebab, tidak menutup kemunginan anggaran untuk revolusi putih mengorbankan anggaran untuk program-program lainnya.

“Harus dipertimbangkan betul apakah program ini akan merugikan masyarakat atau tidak. Kalau dijalankan, manfaatnya seperti apa bagi masyarakat? Jangan sampai ada program lain dibatalkan karena pagu anggarannya terbatas,” ucapnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua Fraksi PDIP-P Gembong Warsono menuturkan akan kecil kemungkinan jika program tersebut dapat diakomodasi di dalam APBD 2018. Pasalnya, usulan datang di saat Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta harus segera mengesahkan APBD 2018.

Apalagi, program revolusi putih ini juga tidak termasuk ke dalam 23 janji kampanye Anies-Sandi yang kemudian diterjemahkan menjadi program kerja mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Gembong  menyarankan agar Anies-Sandi lebih mengutamakan program-program yang termasuk di dalam rencana kerjanya, ketimbang menerima program usulan.

“Utamakan dulu saja yang ada di RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah). Pembahasannya sudah mepet untuk APBD 2018,” tandasnya.

Proses penganggaran, sambungnya, melalui mekanisme yang cukup panjang dan harus mengukur perkara teknis. Oleh sebab itu, Gembong meragukan jika program tersebut bisa terakomodasi dalam waktu dekat. Selama ini dana dari kartu jakarta pintar (KJP) juga telah memungkinkan siswa-siswi kurang mampu di DKI Jakarta membeli makanan dan minuman bergizi melalui supermarket atau foodstore yang menerima KJP.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pun turut angkat bicara terkait program yang diusung Prabowo ini. Jika diukur skala nasional, Nila menyebut jumlah sapi perah di Indonesia tidak akan mencukupi suplai susu untuk seluruh anak. Selain itu, konten gizi yang terangkum dalam susu juga bisa didapat dari makanan lain seperti ikan nila, ikan lele, ikan mujair, dan jenis ikan tawar lainnya. Hal senada juga disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyebut, lebih baik memperbanyak makan ikan.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai usulan program revolusi putih ini syarat politis, bahkan terkesan seperti program titipan.

“Ini urusan politik. Kalau bukan urusan politik kenapa tidak dari dulu Hashim mengusulkan program ini. Kalau politisi sudah masuk ya itu sudah politik,” kata Agus saat dihubungi. (met/mun)