Antisipasi Ancaman Kriminalitas dan Bahaya Kebakaran, Risma Minta Warga Lebih Disiplin

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat membuka acara Bulan Bakti Gotong Royong di Kecamatan Jambangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman tindak kriminalitas dan juga bahaya kebakaran. Imbauan tersebut disampaikan walikota ketika membuka acara Bulan Bakti Gotong Royong ke-XI di lapangan Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Senin (8/5/2017) pagi.

Mengacu pada kejadian di tahun-tahun sebelumnya, ada tren bahwa angka kejahatan cenderung naik, utamanya ketika mendekati hari raya Idul Fitri. Selain itu, kejadian kebakaran di pemukiman warga juga masih sering terjadi.

Karenanya, warga diingatkan untuk lebih disiplin dan mengurangi keteledoran di rumah masing-masing. Semisal tidak teledor setelah memasak ataupun mengunci pintu rumah.

“Mari membiasakan diri untuk belajar disiplin. Biasakan untuk mematikan kompor setelah pemakaian dan juga mengunci pintu. Saya mau kejadian kejahatan di Surabaya pas bulan Ramadan nanti turun,” terang Tri Rismaharini.

Untuk menekan terjadinya potensi kejahatan, Risma menyebut perlu ada gotong royong masyarakat dan juga Kamtibmas untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah tempat tinggal masing-masing. Gotong royong masyarakat juga wajib dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan aman dari sarang nyamuk.

“Bila di daerah lain masih ada yang KLB, di Surabaya terus turun,” imbuh walikoya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengapresiasi PKK dan Dharma Wanita Kota Surabaya yang disebutnya ikut punya peran besar dalam percepatan pembangunan di Kota Pahlawan. Bahwa kegatan PKK tidak hanya berupa kumpul-kumpul arisan.

“Surabaya maju cepat karena PKK dan Dharma Wanita. Saya banyak dibantu dengan cara yang fleksibel dan simpel. Ke depan, ayo terus ditingkatkan,” sambungnya.

Mantan Kepala Bappeko ini juga berpesan agar peran karang taruna di setiap wilayah, lebih ditingkatkan. Dengan keberadaan karang taruna, walikota berharap bisa memantau situasi anak-anak muda di Surabaya sekaligus memunculkan solusi.

“Tolong digiatkan karang taruna supaya saya bisa pantau berapa banyak yang belum dapat kerja atau yang sudah kerja berapa besar penghasilannya. Saya tahu itu tidak mudah untuk diselesaikan. Tapi minimal kita sudah melangkah,” jelas Risma.

Kepala Bagian Pemerintahan Kota Surabaya, Eddy Chrisjanto mengatakan, ada empat kegiatan utama di masyarakat untuk menyambut Bulan Bakti Gotong Royong ke-XIV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 ini. Yakni terkait wawasan kebangsaan, terkait lingkungan semisal kerja bakti, terkait ekonomi seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sosial seperti pengembangan budaya seni.

“Seluruh kelurahan wajib melakukan itu. Ini juga serentak dilakukan kegiatan pemberantasan sarang jentik nyamuk. Setiap lurah wajb lapor di Line lurah,” jelas Eddy. (bmb/gbi)