Antisipasi Demo Supir Angkot, Pemkot Sediakan Kendaraan Pengganti

oleh
Sejumlah angkutan umum saat menunggu penumpang di Terminal Joyoboyo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menyiapakan ratusan kendaraan untuk mengantisipasi mogok massal supir angkotan umum yang bakal menggelar unjuk rasa besok, Selasa (3/10).

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini berharap langkah ini dapat menjamin mobilitas penduduk Surabaya agar tidak terganggu selama demo berlangsung.

“Semuanya gratis. Untuk rutenya biar diantar oleh kendaraan operasional kita,” ujar Tri Rismaharini, Senin (2/10/2017).

Menurut Risma, kendaraan yang disediakan pemerintah kota sudah siap di lokasi mulai pukul 06.00 WIB. Tujuannya untuk mengangkut siswa yang biasa sekolah dengan menggunakan angkutan umum.

“Jangan sampai adanya aksi membuat warga jadi korban dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya,” tegasnya.

Selain menyediakan kendaraan pengganti, pemerintah kota juga mengerahkan mobil toilet milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Ruang Terbuka Hijau. Mobil tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik demo.

Risma menyebutkan ada empat unit mobil toilet yang disediakan Pemkot sebagai antisipasi bagi para peserta demo besok.

“Mobil toilet akan ditempatkan di Grahadi dan kantor Gubernuran di Pahlawan. Jadi biar nggak susah cari toilet,” kata Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma juga menghimbau agar demonstran tetap sadar kebersihan dan tidak buang air sembarangan.

Sementara terkait aksi mogok yang ditunjukkan para supir angkot, Risma menuturkan dapat memahaminya. Mengingat kondisi angkutan umum di kota pahlawan sekarang mulai sepi.

“Tapi gimana lagi, kita sempat sudah siapkan aturan tapi ternyata dibatalkan dari pusat,” ujar Risma.

Menurutnya, yang bisa dilakukan Pemkot ke depan adalah melindungi sopir angkot dengan penyedian angkutan feeder. Rencananya mereka akan direkrut dari sopir konvensional.

Langkah lain yang dilakukan pemerintah kota adalah dengan menyediakan lahan pekerjaan baru bagi para supir angkot. Misalnya diangkat menjadi tukang sapu dan petugas kebersihan.

“Kalau mau gajinya bisa UMK,” pungkas Risma. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *