Antisipasi Teroris, Dewan Usulkan Pembuatan Perda Wajib Lapor Bagi Tamu Asing

Anggota Densus Polda Jatim mengamankan barang bukti tersangka dugaan teroris di jalan Lebak Timur, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Anggota Densus Polda Jatim mengamankan barang bukti tersangka dugaan teroris di jalan Lebak Timur, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Thoha mengusulkan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mekanisme wajib lapor bagi tamu yang menginap minimal 1 X 24 jam di wilayahnya.

Masduki mengingatkan, dua kali ancaman terorisme yang berhasil digagalkan Densus 88  di Surabaya, yakni di Lebak Timur, Rabu (8/6) dan di Kedung Cowek Kenjeran 2014 silam harus diwaspadai. Dengan  situasi yang tak kondusif tersebut membutuhkan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

“Perlu peran masyarakat untuk menjaga lingkungannnya, terutama daerah yang menjadi sarang (teroris),” ujar Masduki Toha, Kamis (9/6/2016).

Masduki mengatakan, melalui aturan itu, di setiap RT nantinya mensosialisasikan mekanisme yang harus dialkukan bagi para pendatang. Kasus tertangkapnya 3 terduga terorisme di lebak diharapkan mendorong kehatia-hatian masyarakat.

“Kita tak tahu, bom yang dibawa 3 teroris itu akan diledakkan dimana. Tapi, saya harap warga harus waspada agar tak terjadi di kemudian hari,” harapnya.

Penasehat GP Anshor Surabaya menambahkan, jika ada perda yang mengatur wajib lapor bagi tamu asing mendorong pengurus RT-RW untuk proaktif memantau warganya.

“Peran RT-RW sangat dominan, terutama terhadap penduduk yang baru,” tegasnya.

Lebih jauh dia menyarankan agar Siskamling di masyarakat kembali dihidupkan. Diantaranya Dengan melibatkan peran serta aparat Satpol PP membantu aparat kepolisian guna menjaga keamanan kota.

“Agar masyarakat tentram, Bakesbanglinmas dan Satpol bisa keliling di wilayah sekitar ,” katanya. (bmb/gbi)