Aparat Gabungan Telah Menertibkan Tambang Sumur Minyak Ilegal

oleh
 Air lumpur menyembur dari sumur minyak di Tambang Minyak Tradisional Wonocolo, Bojonegoro, Jawa Timur.
Ilustrasi, Air lumpur menyembur dari sumur minyak di Tambang Minyak Tradisional.

GLOBALINDO.CO, SEKAYU, SUMSEL – Sebanyak 498 aparat keamanan menertibkan sumur-sumur migas milik PT Pertamina EP Aset I Ramba Field kawasan Mangun Jaya dan Keluang yang ditambang masyarakat secara ilegal atau liar menggunakan peralatan tradisional.

“Sejak 9 Oktober 2016 hingga kini kami menertibkan serta menutup kegiatan penambangan liar itu sebanyak 77 titik dari 104 jumlah titik yang telah ditambang secara liar oleh masyarakat. 77 titik sumur berlokasi di Keluang,” tegas Kapolres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, AKBP Julihan Muntaha di sela-sela penertiban di Mangun Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa.

Aparat gabungan terdiri Brimob dan sabhara Polda Sumatera Selatan serta personel Polres Kabupaten Musi Banyuasin serta dibantu prajurit TNI akan melanjutkan penertiban di Mangun Jaya sesuai petunjuk Pertamina karena ada beberapa sumur migas yang masih dikelola masyarakat atau koperasi kemungkinan akan diberdayakan atau dimediasi kembali oleh tim terpadu antara pemerintah daerah bersama pihak terkait, katanya.

Sementara itu,  Manajer Ramba Field Manajer Pertamina EP Asset I Region Sumatera Heru Irianto mengaskan, penertiban yang dilakukan aparat keamanan di Desa Keluang 100 persen sudah tuntas serta menutup semua lobang sumur dengan cor semen.

“Kami sangat berterima kasih pada aparat kepolisian dan TNI serta pemerintah daerah yang telah menuntaskan penertiban di Keluang. Aparat keamanan tertibkan penambangan sumur minyak ilegal

Sebab itu pihak manajemen Pertamina EP Aset I akan memikirkan kelangsungan hidup masyarakat setempat dan oknum-oknum yang melakukan penambangan selama ini dengan cara memberdayakan ekonomi melalui program dana bantuan sosial (CSR).

Menurut dia, untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar  maka dilakukan pengkajian oleh Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang seperti apa nantinya formula bantuan yang dilakukan, apakah bentuk pengembangan perikanan atau peternakan.

Sedangkan untuk penertiban sumur-sumur yang ditambang secara liar oleh warga Mangun Jaya masih akan dilakukan lagi perundingan bersama sehingga bisa dituntaskan seperti di Desa Keluangan.

“Rabu (12/10) sekitar pukul 14.00 WIB, kami bersama aparat keamanan, pemerintah daerah akan melakukan perundingan lagi dengan warga Mangun Jaya, setelah ada kesepakatan penertiban di Mangun Jawa segera dilakukan,” tuturnya.

Menurut Manajer Humas Pertamina EP Aset I Muhamad Baron Sebanyak 2.000 hingga 2.500 ton limbah cair B3 cukup berbahaya dan mengancam bagi kehidupan penduduk sekitar, merusak tanaman, mencemari sungai, dan bisa menimbulkan kebakaran.

Ia menjelaskan sebanyak 23 sumur dari total 104 sumur di Mangun Jaya dan Keluang yang ditambang secara ilegal oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab itu dilakukan sejak tahun 2013. Pencemaran limbah yang paling banyak atau seluas satu hektare berada pada sumur nomor 118 di Mangun Jaya.

PT Pertamina EP Aset I jika melakukan pembersihan limbah cair B3 tersebut akan mengeluarkan dana cukup besar atau setiap satu hektare yang dicemari bisa mencapai Rp1,5 miliar.

Oleh sebab itu, Pertamina kini juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat yaitu UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan lingkungan serta ancaman hukuman 3 tahun penjara atau denda sebesar Rp3 miliar hingga Rp10 miliar bagi yang melanggar UU tersebut.

Pihaknya melakukan penutupan sumur-sumur migas yang digarap secara ilegal tersebut menggunakan cor semen, karena beberapa sumur mengeluarkan gas cukup tinggi yang bisa mengancam nyawa orang lain terutama para penambang liar yang menggunakan peralatan secara tradisional tersebut.Itu juga terlaksana berkat kesadaran dan koperatifnya masyarakat untuk diajak berunding,” kata Heru Irianto. (ant/nh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.