Aplikasi MyNers Hadirkan Kemudahan Layanan Kesehatan Secara Online

oleh
CEO PT. Alpha Darena Nutrixima, David Raditya Soehartono (tengah) saat peluncuran aplikasi kesehatan online, MyNers.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Era digital modern saat ini telah mengubah perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pergeseran kebiasaan yang sangat jelas terlihat adalah beralihnya hampir semua aktivitas manusia dari offline (bertemu langsung) menjadi online.

Pergeseran ini memberikan dampak signifikan dalam mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kemudahan tersebut dapat didapatkan hanya dalam genggaman tangan, yaitu menggunakan aplikasi smartphone.

Tidak hanya di bidang pendidikan dan pekerjaan, kemajuan era digital juga bisa dirasakan di layanan kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, kini telah telah hadir aplikasi MyNers.

Melalui aplikasi MyNers, masyarakat disuguhkan banyak kemudahan jika membutuhkan tenaga kesehatan secara privat. Apalagi kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kehadiran tenaga kesehatan semakin meningkat.

CEO PT. Alpha Darena Nutrixima, selaku developer MyNers, David Raditya Soehartono, menuturkan aplikasi yang didirikannya berbanding lurus dengan banyaknya permintaan tenaga kesehatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari bagi pasien yang sedang menjalani pemulihan.

David Raditya Soehartono, mengungkapkan jika aplikasi mobile berbasis Android maupun IOS ini dapat digunakan oleh siapapun yang membutuhkan tenaga kesehatan home visit.

“Aplikasi MyNers hadir untuk memberikan solusi penyediaan jasa perawat, bidan, dan fisioterapis profesional yang dapat diakses melalui aplikasi mobile kapanpun dan dimanapun,” kata David saat peluncuran aplikasi MyNers, Rabu (27/3/2019).

Menurut David, aplikasi MyNers menjawab penyediaan tenaga kesehatan yang dapat di akses dengan mudah dalam genggaman jari. Mengingat aplikasi ini berbasis Android dan IOS yang dapat disesuaikan dengan jenis perawatan yang di butuhkan.

“Aplikasi digital ini juga bertujuan untuk menjadi mitra kerja bagi lulusan sekolah keperawatan dalam hal distribusi layanan keperawatan sekaligus menjadi akses langsung ke dunia kerja dengan cepat,” tambahnya.

David juga mengungkapkan jika aplikasi digital mobile ini turut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan akan layanan keperawatan bagi masyarakat dengan cara yang mudah, efisien, cepat dan tepercaya.

“Seperti yang kita Bersama ketahui bahwa pemerataan dan distribusi layanan medis di Indonesia masih belum terjangkau bagi sebagian masyarakat dan juga tenaga keperawatan yang semakin dibutuhkan di dunia medis,” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.