Apresiasi Bu Mantik, Kuota KIP di Surabaya Akan Ditambah

oleh
Caleg DPR RI Dapil I Jati (Surabaya-Sidoarjo) Puti Guntur Soekarno (kerudung merah) dalam sebuah acara bersama Bu Mantik di Gedung Juang 45.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kuota penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Surabaya, akan ditambah. Penambahan itu merupakan bentuk apresiasi terhadap peran Ibu Pemantau Jentik nyamuk Demam Berdarah (Bu Mantik) yang ada di kota pahlawan.

Tidak tanggung-tanggung, rencananya distribusi Kuota KIP akan ditambah 100 ribu dari jumlah total keseluruhan yakni 19 Juta KIP yang sudah diterbitkan di masa pemerintahan Presiden Jokowidodo.

“Penambahan ini dikhususkan bagi putra dan putri Bu Mantik yang sudah berjasa besar dan berperan aktif mencegah wabah demam berdarah,” terang Calon Legislatif asal PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno.

Berbicara di hadapan ratusan kader Bu Mantik Se-Kecamatan Sawahan, Surabaya, di Gedung Juang 45, Kamis (7/2) menurut dia, peran Bu Mantik tidak bisa dianggap remeh.

“Selain mengurus rumah tangga dan anak, para kader ini juga menyisihkan waktunya untuk lingkungan,” terang cucu Proklamator Bung Karno ini.

Mbak Puti menegaskan, upaya perhatian ini akan terus dikawal oleh Puti. “Tugas kami di DPR bukan saja mengawal kebijakan pemerintah, tapi juga mengawal aspirasi masyarakat,” imbuhnya.

Saat ini, sebanyak 22.300 kader Bu Mantik se-Surabaya terus memfokuskan diri dalam penanganan dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Peran ribuan kader ini terbilang efektif. Itu dibuktikan dengan penurunan kasus DBD yang ditangani oleh Pemkot Surabaya. Jumlah penderita DBD mulai Desember 2018 hingga hari ini tercatat sebanyak 36 kasus. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2017 kemarin, sebanyak 101 kasus.

Hal tersebut turut direspon oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.”Loyalitas para Bu Mantik ini sungguh luar biasa. Dedikasi yang diberikan cukup maksimal,” terangnya saat mendampingi Mbak Puti.

Whisnu yang disebut-sebut sebagai calon kuat wali kota menyemangati kader para Bu Mantik supaya terus bekerja, menjadi contoh kader Bumantik di daerah lain.

“Setidaknya upaya hari ini bisa bermanfaat di kedepannya. Jangan pernah menyerah,” pungkas Wawali yang juga alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.