Armuji Sampaikan Permintaan Maaf Soal Insiden Pengusiran Ketua PCNU

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji menyatakan permintaan maafnya terkait insiden dugaan pengusiran Ketua PCNU, Senin (18/4/2016) lalu. Permintaan maaf itu disampaikan di depan ratusan massa dari Banom Nahdlatul Ulama (NU) siang tadi, Senin (25/4/2015).

“Saya meminta maaf kepada semua pihak. Sekali lagi saya tegaskan itu murni miskomunikasi, dan tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya,” katanya dihadapan ratusan Generasi Muda NU yang berada di halam Gedung DPRD Kota Surabaya.

Tidak hanya meminta maaf, Armuji juga membacakan nota kesepahaman yang yang telah dia tandatangani saat mengadakan pertemuan dengan 10 perwakilan Gerakan Muda NU di ruang Banmus.

Dalam nota tersebut tertulis, dewan akan mendukung larangan mihol secara total beredar di Surabaya, selain itu dewan juga akan mengawal hingga tuntas.

Sementara itu Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya, M Asrori menghimbau kepada seluruh massa agar menahan diri terkait hal ini.

“Kami minta massa agar menahan diri agar tidak anarkis karena sudah diklarifikasi dan Ketua Dewan juga sudah meminta maaf secara langsung,” ujar M Asrori.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua PCNU Muhibbin Zuhri diminta keluar dari ruang sidang paripurna, Senin (18/4/2016) lalu oleh Pamdal atas permintaan Ketua Dewan karena dia duduk di kursi yang sedianya diperuntukkan untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).(bmb/gbi)