AS Klaim Tewaskan Pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Akhtar Mansour

mullah-mansoor-660x330GLOBALINDO.CO, HANOI – Amerika Serikat (AS) mengklaim telah berhasil menewaskan pemimpin Taliban Afghanistan, Mullah Akhtar Mansour dalam sebuah serangan udara di Pakistan.

Presiden AS, Barack Obama menyebut kematian Mansour sebagai tonggak sejarah penting yang akan membawa kedamaian di Afghanistan. Penegasan itu disampaikan Obama di sela kunjungannya ke Vietnam seperti dilansir AFP, Senin (23/5/2016).

“Kita telah menyingkirkan pemimpin organisasi yang terus merencanakan serangan (teror) terhadap pasukan AS dan koalisi, memicu perang terhadap rakyat Afghanistan dan menyejajarkan diri dengan kelompok ekstremis seperti Al-Qaeda,” kata Obama.

Seorang tokoh senior Taliban yang enggan disebut namanya juga mengkonfirmasi kepada AFP, bahwa Mansour telah tewas. Sumber dari Taliban itu menambahkan, dewan syura Taliban tengah dalam proses memilih pemimpin baru.

Obama yang tengah melakukan kunjungan kenegaraan selama 3 hari di Vietnam ini, menyebut Mansour menolak untuk ikut dalam upaya perdamaian demi mengakhiri serangkaian kekerasan yang merenggut banyak nyawa di Afghanistan.

“Taliban seharusnya mengambil kesempatan untuk mengejar satu-satunya jalur yang nyata demi mengakhiri konflik berkepanjangan ini — dengan bergabung bersama pemerintah Afghan dalam proses rekonsiliasi yang bertujuan untuk perdamaian dan stabilitas jangka panjang,” cetusnya.

Mansour ditunjuk menjadi pemimpin Taliban sejak Juli 2015 lalu, setelah terungkap bahwa pendiri Taliban Mullah Omar telah meninggal dua tahun sebelumnya. Mansour dilaporkan tewas dalam serangan udara di dekat kota Ahmad Lal, Provinsi Balochistan, Pakistan. Rudal yang ditembakkan dari drone atau pesawat tak berawak milik AS mengenai mobil yang ditumpangi Mansour.

Diyakini, operasi militer AS ini merupakan yang pertama kali menargetkan tokoh senior Taliban di Pakistan. Di sisi lain, serangan udara AS ini memicu ketegangan dengan Pakistan. Selama ini, Pakistan menegur AS atas serangkaian serangan drone yang disebut melanggar kedaulatan wilayahnya. Dalam pernyataannya, Obama menyatakan militer AS akan terus memusnahkan ancaman di wilayah Pakistan.

“Kami akan bekerja sama, berbagi tujuan dengan Pakistan, ketika teroris yang mengancam seluruh bangsa tidak seharusnya memiliki tempat persembunyian,” ucap Obama.(dtc/ziz)