Asrama STT Sangkakala Getasan Semarang Tertimbun Longsor, 1 Mahasiswi Tewas

Asrama Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala yang tertimbun longsor.

GLOBALINDO.CO, SALATIGA – Asrama Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala yang berada di Jalan Kopeng Kilometer 7, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang tertimbun longsor, Senin (13/11/2017) malam. Seorang mahasiswi dilaporkan tewas tertimpa material longsor. Sedangkan 2 mahasiswi lainnya mengalami luka berat.

Korban tewas diketahui bernama Resy (22), mahasiswi asal Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Sedangkan Marcelina (19) dan Imenuel Nuban (21), keduanya asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka berat. Mereka tertimpa talud setinggi 7 meter dengan panjang 30 meter yang longsor dan merobohkan dinding asrama.

Sebelum kejadian, sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari hujan mengguyur kawasan asrama. Saat para mahasiswa asyik belajar di asrama, talud setinggi 7 meter di atas asrama ambrol dan menimpa bangunan asrama.

(Baca Juga: Bencana Longsor di Rancabali Bandung, 4 Warga Tewas Tertimbun)

“Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan dada. Untuk mengevakuasi butuh waktu sekitar 1 jam,” kata Pembantu Ketua I STT Sangkakala, Febri Jati Nugroho, Selasa (14/11/2017).

Sementara itu, Staf Bagian Administrasi Akademik, Agung Dian menambahkan, teman satu kamar Ressi, Marcelina (19) mengalami luka di bagian kaki. Sedangkan, mahasiswa lainnya, Imannuel Nuban (21) juga terluka di bagian kaki dan tangan.

“Kedua korban kami larikan ke RSP dr Ario Wirawan Salatiga,” tutur Agung.

Akibat talud longsor tersebut, sedikitnya 8 kamar masing-masing 4 kamar di blok asrama putra dan 4 blok di asrama putri rusak parah.

Kata Agung, bangunan talud tersebut relatif baru, sekitar bulan Februari. Panjangnya sekitar 100 meter, sedangkan yang roboh sekitar 30 meter.

Ia menduga, talud roboh karena tidak mampu menahan derasnya aliran air dan gerusan tanah dari tanah yang terbuka di atasnya.

“Di atas bangunan asrama, ada gedung serba guna masih dalam tahap pembangunan. Mungkin karena tanahnya belum keras dan belum ada saluran yang memadai untuk pembuangan air sehingga taludnya tidak kuat menahan air,” jelasnya.

Akibat longsor tersebut, asrama yang terdiri dari dua lantai tersebut dikosongkan. Sekitar 120 mahasiswa diungsikan ke aula.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan, BPBD menerima laporan tersebut pukul 22.00 WIB, terus menuju lokasi kejadian.

Proses pembersihan lokasi tidak bisa dilakukan saat itu juga lantaran tanah masih basah dan hujan masih turun.

“Pagi ini kami akan bersihkan material longsoran. Dugaan longsor ini karena bangunan talud tidak ada saluran air sehingga air masuk,” tutupnya.(kcm/ziz)

Tags: