Atas Saran Fahri Hamzah, Novanto Dua Kali Temui Jokowi Terkait Korupsi e-KTP

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kiri) yang menyarankan kepada koleganya, Setya Novanto (kanan) agar mengadukan kasus korupsi e-KTP yang membelitnya kepada Presiden Jokowi.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ketua DPR Setya Novanto ternyata sangat berharap Presiden Joko Widodo yang bisa melindunginya dari jerat kasus megakorupsi proyek e-KTP. Harapan besar itu bisa disinyalir dari langkah Novanto yang sudah dua kali menemui Jokowi khusus untuk membahas kasus yang sedang membelitnya itu.

“Yang saya tahu dua kali, dalam kasus ini dua kali. Yang saya dengerlah. Ada yang sekali ketemunya tidak sengaja, ada yang sekali sengaja,” ujar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

Anehnya, inisiatif Novanto untuk menemui dan meminta bantuan langsung kepada Jokowi itu atas saran koleganya, Fahri Hamzah. Politisi PKS ini menyarankan Novanto melapor ke Jokowi karena beberapa kali  didekati orang dalam KPK dalam rangka melobi terkait skandal proyek senilai Rp 5,9 triliun.

“Itu kan lobi-lobinya masuk melalui Pak Nov juga dan dia tahu. Pak Nov itu tahu orang dalam KPK. Setelah Nazaruddin yang punya hubungan ke dalam KPK banyak, ya Pak Nov,” kata Fahri.

“Pak, cerita dong kepada pemerintah, Bapak kan partai pemerintah, apa yang terjadi. Cerita dong ini kan kronologinya banyak yang aneh. Misalnya meminta supaya nggak ada pansus, meminta supaya Pak Agus nggak dipanggil,” ucap Fahri mengulang ucapannya kepada Novanto waktu itu.

Fahri  mengatakan Novanto banyak bercerita soal kasus e-KTP kepada dirinya. Bahkan Fahri sempat menanyakan soal dukungan Golkar untuk Jokowi dalam Pilpres 2019 kepada Novanto.

“Sudah saya bilang berkali-kali, saya pernah ngomong (ke Novanto), ‘Pak, Bapak kok cepet benar kasih tiket ke Pak Jokowi?’ Dia bilang, ‘Udahlah Pak Fahri, kita kan juga mau bekerja, mau besarin partai. Jadi biarlah pemerintah tahu kalau kita bekerja buat pemerintah, jangan diganggu-ganggu lagi’,” ungkapnya.
(dt/nad)