Atur Kawasan Masjid Al Akbar, Mantan Wapres Tri Soetrisno Ingin Bertemu Pemkot Surabaya dan Pemprop Jatim

oleh
Sejumlah pengunjung Masjid Al Akbar harus rela memanjat pagar akibat pemagaran di sekitar kawasan masjid. 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, berencana menggelar pertemuan dengan mantan Wakil Presiden, Tri Soetrisno. Pertemuan itu terkait rencana penataan kawasan di sekitar Masjid Nasional Al Akbar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, pertemuan itu nantinya juga dihadiri Gubernur Jatim, Soekarwo.

“Kira-kira 2-3 minggu lagi pertemuan itu akan dilakukan,” ujar Eri Cahyadi saat melakukan pertemuan dengan pengurus Masjid Al Akbar di Ruang Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Thoha, Rabu (18/4/2018).

Menurut Eri, dari awal Pemkot Surabaya memang berencana menata kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Namun, sebelum penataan dilakukan, Pemkot Surabaya terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan pengelola Masjid.

Selain penataan kawasan, pembahasan lainnya menyangkut peralihan tanah milik Pemerintah Kota Surabaya, ke pihak yayasan Masjid Al Akbar Surabaya.

“Tanah kalau dibangun Masjid, harus diatur hukumnya. Apakah Wakaf atau lainnya,” terangnya.

Namun demikian menurut Eri, sebelum ada pelepasan aset pemerintah kota ke pihak lain, harus meminta persetujuan dari kalangan dewan. Ia mengungkapkan, bahwa pemanfaatan aset pemerintah kota Surabaya untuk Masjid Nasional dilakukan pada walikota sebelumnya.

“Kalau diberikan ke masjid biasanya diwakafkan,” imbuh Eri.

Terkait aturan tentang wakaf ke yayasan, Eri menyebutkan sampai saat ini belum ada regulasi yang mengaturnya. Karena dalam Permendagri yang mengatur masalah tersebut sampai sekarang belum ditandatangani.

“Kita nunggu aturan itu,” tandas mantan Kabag Bina Program ini.

Sementara Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Thoha menambahkan, masalah lain yang dibicarakan kali ini adalah soal pemagaran di sekitar kawasan Masjid Al Akbar. Mengingat penataan tidak hanya dilakukan di dalam kompleks masjid tapi juga di luar.

“Intinya ini untuk kemashalahatan umat, Makanya diselesaikan dengan baik,” pungkas Masduki. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *