Bakal Kembali Gelar Konfercab, Posisi Adi Sutarwijono Disinyalir Belum Aman

oleh
Ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Kusnadi saat berada di Jalan Kendangsari.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) hari ini dipanggil DPD PDI-P Jatim, Minggu (14/7/2019). Mereka dikumpulkan di kantor DPD Jatim di Jalan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo.

Pantauan di lokasi, pertemuan berjalan alot. kabarnya bahkan sempat terjadi insiden baku hantam antar sesama kader PDI-P. Namun itu hanya berlangsung sebentar.

Pertemuan sendiri diadakan secara tertutup dari luar. Artinya media tidak diperkenankan masuk dan meliput. Namun dari luar terdengar suara-suara interupsi yang agak keras.

Setelah tiga jam mengadakan pertemuan acara kemudian selesai. Para pengurus PAC terlihat begitu semringnah dan semangat usai adanya keputusan rapat.

“Saya no comment. Pokoknya kabar gembira,” ujar Ketua PAC Simokerto, Tri Widyanto.

Setelah rapat selesai kemudian para pengurus DPD terlihat mengadakan rapat kembali. Meski berlangsung sebentar, rapat kali ini juga berlangsung secara tutup.

Ditemui usai acara Ketua DPD Jatim, Kusnadi mengatakan ada permasalahan pada tiga DPC di Jawa Timur dan dianggap belum selesai. Yaitu, Banyuwangi, Bojonegoro dan Surabaya.

“Untuk menyempurnakan beberapa. Ada tiga DPC yang kita panggil. Tuban, tadi siang Bojonegoro barusan Surabaya. PAC yang kita panggil karena DPC demisioner,” ujarnya.

Dalam hal ini dia hanya melakukan intruksi dari DPP. “Yaitu untuk mensosialisasikan peraturan partai nomor 28 Tahun 2019 Tentang Konsolidasi Partai PDI Perjuangan melalui pembentukan dewan pimpinan cabang dan dewan pimpinan daerah dalam kongres lima,” bebernya.

Menurut dia permasalahan ini harus cepat selesai sebelum tanggal 27 Julu. “Karena tanggal 27 kita konferda. Ketua, sekretaris dan bendahara baru jadi utusan di konferda,” lanjutnya.

Kusnadi melanjutkan setelah ini masih ada konfercab lanjutan. Hanya saja belum diketahui kapan tanggal pastinya. “Saya akan melaporkan saya sudah melakukan sosialisasi,” tuturnya.

Ditanya tentang nama baru yang sebelumnya sempat muncul, Kusnadi menegaskan hal tersebut belum final.

“Tidak ada SK yang ada rancangan rekomendasi. Saya tidak bisa menjawab itu. Apakah bisa membatalkan atau tidak, karena semua itu kewenangan DPP,” imbuhnya.

Seperti diketahui terjadi polemik di DPC PDI-P Surabaya saat ini. Penyebabnya ada pergantian ketua dari Whisnu Sakti Buana selaku ketua dan Syaifuddin Zuhri di posisi sekretaris. Nama baru yang muncul itu adalah Dominikus Adi Sutarwiyono di posisi ketua dan Baktiono di posisi sekretaris. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.