Baku Tembak dengan Polisi, Tiga Teroris Kelompok Santoso Tewas

Pasukan Polri kontak senjata dengan gembong teroris anggota kelompok Santoso di Poso. Tiga terduga teroris tewas dalam baku tembak ini.

Pasukan Polri kontak senjata dengan gembong teroris anggota kelompok Santoso di Poso. Tiga terduga teroris tewas dalam baku tembak ini.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pasukan anti teror Polri berhasil menembak mati tiga anggota kelompok teroris Santoso yang selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO).Tiga gembong teroris itu tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas operasi Tinombala, di kawasan hutan Poso, Sulawesi Tengah pada 15 sampai 17 Mei lalu.

“Berawal dari ketika tanggal 15 mei yang lalu ada kontak tembak. Setelah kontak tembak, didapatkan dua DPO meninggal dunia. Ketika itu kita baru berhasil evakuasi tanggal 17 Mei,” beber Penanggung Jawab Kegiatan Operasi (PJKO) Tinombala Brigjen Rudy Suhfriadi di kawasan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/5).

Rudy menuturkan, terjadi kontak tembak saat akan mengevakuasi jenazah teroris pada 17 Mei lalu masyarakat menemukan satu jenazah yang sudah terkubur.

“Masyarakat menemukan satu jenazah dengan kaki yang belum terkubur, tapi badannya sudah terkubur semua. Kemudian dilaporkan ke pos, dan diadakan evakuasi,” jelas Rudy.

Rudy yang juga merupakan Kapolda Sulawesi Tengah ini mengungkapkan, para jenazah teroris itu telah berada di RS Bhayangkara Palu. Salah satu jenazah memiliki tahi lalat di bawah mata sebelah kanan.

“Itu yang paling signifikan. Kalau melihat dari DPO yang kita cari, hanya Acok, Sucipto, alias Ubay ini asalnya dari Malinau Sulawesi Tengah. Ini diperkirakan,” katanya.

Namun, menurut Rudy, kondisi jenazah sudah rusak sehingga diperlukan tes DNA. Dia berharap keluarga Acok, segera mendatangi RS Bhayangkara untuk melakukan tes DNA.

“Diharapkan nanti datang ke Palu dan akan kita cek lagi. Sama seperti dua jenazah yang sudah ada di sana. Sudah dipastikan jenazahnya adalah Yasid alias Taufik, satu lagi Acok Malino alias Rima. Tapi kita akan cek DNA-nya untuk memastikan betul bahwa itu memang dia,” tukasnya. (met/gbi)

Tags: