Bandar Sabu 17,5 Kg Dituntut Seumur Hidup

oleh
Terdakwa kasus peredaran narkoba golongan I, Jayus Yudas Pratama bersama penasehat hukumnya sebelum menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (21/11).
Terdakwa kasus peredaran narkoba golongan I, Jayus Yudas Pratama bersama penasehat hukumnya sebelum menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (21/11).

 

GLOABLINDO.CO, SURABAYA –Terdakwa pemilik sabu 17,5 kilogram, Jayus Yudas Pratama,dituntut hukuman penjara seumur hidup. Jayus dinilai terbukti mengedarkan dan menjual sabu dan pil ekstasi.

Dalam surat tuntutannya Jaksa I Gusti Putu Karmawan menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah sesuai pasal 114ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1). UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan tuntutan pidana tehadap terdakwa Jayus Yudas Pratama seumur hidup,” ucap  Jaksa penuntut umum, I Gusti Putu Karmawan, di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (20/11).

Adapun pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika. Dan hal yang memperingankan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga dan bersikap sopan selama dalam persidangan.

Menanggapi dakwaan jaksa Karmawan, pihak kuasa hukum terdakwa yakni Rudi langsung mengajukan eksepsi atau keberatan. Penasehat hukum dari LBH Orbit Surabaya ini berdalih dakwaan jaksa terlalu berlebihan.

Diketahui, terdakwa Jayus Yudas Pratama (23) warga Jatihandap, Mandalajati, Bandung bersama-sama terdakwa Dharma Sulaiman (25) warga Belitung Utara (berkas terpisah) ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya dengan barang bukti 17,5 kg sabu, 11.730 butir pil ekstasi dan 1.220 butir pil happy five, Senin (3/4) lalu.

Terdakwa Jayus Yudas Pratama diangkap setelah polisi mengamankan Dharma Sulaiman yang tertangkap lebih dahulu di Jalan Raya Rungkut Asri, Kamis (30/3/2017) sekitar pukul 20.00 WIB.

Dari Dharma, polisi menyita 8,82 gram sabu yang disembunyikan di bungkus rokok dan 2 ponsel. Barang bukti itu diletakkan di sebuah tas hitam. Saat diinterogasi, Dharma menyebutkan bahwa dia baru saja meranjau atau meletakkan narkoba secara diam-diam di kawasan Rungkut.

Ranjau itu dilakukan setelah ada pesan BBM dari seseorang berinisial JM. Dharma meranjau 200 gram sabu dan 1.500 butir pil ekstasi. Dalam interogasi itu, Dharma mengaku tak kenal JM. Namun dia kenal dengan orang yang memasok narkoba kepadanya yakni Jayus.

Polisi pun bergerak memburu Jayus. Hingga pada Jumat, 31 Maret 2017, sekitar pukul 11.00 WIB, Jayus dapat ditemukan di kamar No 511 Hotel Efora di Jalan Menur.

Namun di lokasi itu, polisi tak barang bukti narkoba pada dirinya. Barang haram seberat 17,5 kg itu ditemukan di kontrakan Jayus di Perumahan Purimas Cluster Legian Paradise H.

Sabu itu yang dikemas dalam 34 paket, 11.730 butir pil ekstasi, 1.220 butir pil happy five, 1 buah alat press, 2 buah timbang timbangan elektrik, dan 3 bendel plastik klip. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *