Banjir Brebes Tenggelamkan 4 Desa

oleh
Banjir Brebes yang menenggelamkan 4 desa.

GLOBALINDO.CO, BREBES – Bencana banjir melanda wilayah Brebes, Jawa Tengah. Banjir menenggelamkan sedikitnya 4 desa. Keempat desa yang kebanjiran ialah Kebogadung, Buaran, Bojong dan Kedungtukang.

“Air mulai masuk kampung Senin malam dan sekitar pukul 23.00 sudah masuk ke rumah-rumah,” kata warga Desa Bojong Jatibarang, Widodo (59), Selasa (20/2/2018).

Banjir dipicu meluapnya 2 sungai di Kabupaten Brebes, yakni sungai Pemali dan Cisanggarung. Genangan air di pemukimaan mencapai 50 hingga 150 sentimeter.

Plt Camat Jatibarang, Subagiyo merinci, di Desa Buaran ada 50 rumah yang terdampak banjir, Kedungtukang 15 rumah, Bojong 185 rumah dan Kebogadung 500 rumah.

(Baca Juga: Jembatan Kali Keruh Brebes Ambruk Diterjang Banjir Bandang)

“Banjir di Buaran ini karena limpasan dari Sungai Pemali ke Kali Gondang. Dari Kali Gondang limpas ke Buaran dan menuju Kedungtukang. Kalau di Desa Kebogadung, limpasan Sungai Pemali langsung masuk ke perkampungan warga karena jaraknya relatif dekat sekitar 500 meter,” ujar Subagiyo.

Selain rumah, banjir juga merendam areal persawahan padi dan bawang merah di Kecamatan Jatibarang. Subagiyo menambahkan, warga yang rumahnya terendam sebagian sudah mengungsi ke tempat yang aman.

“Ada yang ke masjid ada yang ke rumah saudara,” imbuhnya.

Sementara di Kecamatan Losari, Sungai Cisanggarung meluap dan menggenangi lima desa, masing masing Karangsambung, Bojongsari, Babakan, Kalibuntu, dan Pekauman. Ratusan rumah di kecamatan ini juga terendam banjir.

“Masing masing desa itu ada titik tanggul yang meluap pada Senin malam,” tutur Muhaemin, salah seorang warga Losari.

Di sepanjang daerah aliran sungai Cisanggarung, tambah Muhaemin ada banyak tanggul yang kondisinya kritis. Sewaktu waktu bisa jebol bila terjadi peningkatan permukaan air sungai.

Tim tanggap darurat dari Pemkab Brebes dan PMI langsung menyalurkan bantuan. Bupati Brebes, Idza Priyanti, meminta untuk segera membuka dapur umum dan mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir.

“Dapur umum akan dibuka di sekolah madrasah dan ini segera mendatangi rumah rumah warga untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam,” tandasnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *