Bank Jatim Diperiksa di Kejagung Terkait Kasus La Nyalla

Ketua Umum PSSI yang menjadi tersangka korupsi dana hibah Kadin Jatim, La Nyalla Matalitti akhirnya dideportasi dari Singapura ke Indonesia, Selasa (31/5) sore.

Ketua Umum PSSI yang menjadi tersangka korupsi dana hibah Kadin Jatim, La Nyalla Matalitti akhirnya dideportasi dari Singapura ke Indonesia, Selasa (31/5) sore.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pemeriksaan terhadap La Nyalla Mattaliti terus dilakukan Kejati Jatim dengan meminjam tempat di Kejagung. Bahkan, pihak Bank Jatim yang dikaitkan dengan kasus di Kadin Jatim juga diperiksa.

“Di Kejati periksa saksi di sana. Jadi tim ada di sana (Kejati) dan di sini (Kejagung). Yang di sini (Kejagung) juga konsentrasi koordinasi dengan salah satu bank, meminta keterangan juga,” kata Jampidsus Kejagung, Arminsyah di Gedung Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

Seperti diketahui, La Nyalla diduga melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana hibah yang diperoleh dari Pemprov Jatim yang digunakan untuk membeli saham perdana Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar pada 2012.

Menurut Arminsyah, keterangan bank dianggap penting untuk penyidikan. “Minta keterangan sebagai saksi,” paparnya.

Sejauh ini Arminsyah belum mendapat laporan utuh perkembangan penyidikan La Nyalla.

“Bukti baru belum dapat dianggap bukti baru karena kita belum lihat lagi, kendali kan pada Kejati. Jumlah saksi belum ada. Di sana periksa, dia belum laporkan,” ungkap dia.

“Mereka sudah punya rencana apa yang mesti dilakukan, yang tidak bisa saya sebutkan di sini,” kata Arminsyah.

La Nyalla dipulangkan setelah dokumen keimigrasiannya dicabut karena izin tinggalnya melewati batas waktu.

Pihak Imigrasi telah memberikan La Nyalla surat perjalanan laksana paspor untuk sekali jalan ke Indonesia.

La Nyalla melarikan diri ke luar negeri sehari setelah ditetapkan menjadi tersangka pada 16 Maret lalu.

Status tersangkanya sempat dua kali gugur karena memenangi gugatan praperadilan atas penyidikan dugaan korupsi dana hibah Bank Jatim yang digunakan untuk membeli saham perdana Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar pada 2012.

Pada Senin (30/5/2016), untuk ketiga kalinya, Kejaksaan Tinggi Jatim kembali mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk La Nyalla.

Dia pun kembali berstatus sebagai tersangka.

Dalam sprindik tersebut, La Nyalla diduga melanggar Pasal 3 dan 4 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana hibah yang diperoleh dari Pemprov Jatim.(dtc/kcm/ziz)