Bantah Keterangan Hermanto, Henry: PT GBP Tidak Terima Satu Rupiah Pun

Henry J Gunawan saat ditemui sejumlah wartawan di Polda Jatim.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Henry J Gunawan, bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), membantah semua kesaksian yang disampaikan saksi kunci Hermanto dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya beberapa waktu lalu.

Henry meragukan kesaksian yang diberikan saksi pelapor Hermanto. Menurut dia, keterangan Hermanto terkait adanya jual beli patut diragukan.

Henry bersikukuh tuduhan penggelapan yang dituduhkan kepada dirinya hanya rekayasa. Ia menyampaikan bahwa apa yang dikatakan Hermanto dan Aswin Juanda membuktikan banyak keterangan meragukan.

Dalam persidangan terakhir kedua saksi tersebut memberikan keterangan yang janggal dan membingungkan.

“Ini kan rekayasa terlihat sudah. Alasanya gak masuk akal kenapa yang dilaporkan saya, saat itu saya gak tau,” kata Henry, Kamis (19/10/2017).

Henry menegaskan, bukti tidak ada sepeserpun uang yang masuk ke PT GBP adalah bukti nyata jika transaksi jual beli tanah itu tidak pernah terjadi.

“PT GBP tidak pernah menerima satu rupiah pun kalau memang itu terjadi jual beli,” tegasnya.

Begitu juga soal tudingan Hermanto bahwa dirinya mengambil sertifikat kembali demi tujuan mengurus pajak, pengusaha properti ini juga membantahnya.

“Kalau sudah dijual kenapa PT Gala Bumi Perkasa ambil lagi. Kan sudah jual beli katanya. Ngapain minta lagi dari notaris Caroline,” cetus Henry.

Sebelumnya, dalam memberikan keterangan sebagai saksi, Aswin dan Hermanto beberapa kali tersudutkan oleh pertanyaan tim kuasa hukum Henry. Diantaranya kesaksian Hermanto yang menyebutkan tidak membuat akta jual beli dan mengakui tidak membayar PBHTB setelah perjanjian dilakukan.

Saat itu, Hermanto menjelaskan bahwa hanya memiliki surat alih kuasa dan tidak membayar pajak. Menurut Henry, keterangan Hermanto perihal adanya transaksi jual beli sangat layak diragukan.

Karena dalam keterangan sebelumnya, Hermanto menjelaskan ada pembicaraan dan sepakat jual beli tanah dari Henry atas dua bidang tanah. Keterangan Hermanto tersebut justru tidak konsisten dan membuat ketua majelis hakim Unggul Warso Mukti melakukan teguran.

Keterangan lainnya juga mengungkapkan bahwa Hermanto tidak punya bukti bahwa Henry sebagai pemilik PT Gala Bumi Perkasa. “Hermanto hanya mendapat info dari Aswin,” katanya.

Bahkan Hermanto juga telah mengakui bahwa kesepakatan itu dilakukan oleh Raja Sirait yang mewakili PT GBP dan bukan Henry.

“Hermanto dengan jelas mengakui bahwa informasi yang didapat terkait kepemilikan dan status tanah didapat dari Aswin,” beber Henry.

Ia juga meragukan keterangan Hermanto soal kepemilikan tanah tersebut setelah jual beli. “Apa pernah dia (Hermanto) menerima kunci atau apapun bukti atas kepemilikan tanah tersebut,” tegas Henry.

Fakta lain yang menjadikan kasus ini diduga rekayasan dan dipaksakan karena Hermanto tidak protes Teguh Kinarto membuat akta jual beli dengan PT GBP yang menyebabkan aset tersebut hilang. Karena itu, pihaknya menegaskan seharusnya yang dilaporkan adalah Teguh Kinarto.

“Nah Teguh Kinarto itu terafiliasi sama Heng Hok Soei dibelakangnya. Ini ada permainan yang membuat kasus ini dipaksakan,” tambah Henry. (bmb/gbi)