Banyak Masalah, Direksi KBS Diminta Berani Lakukan Terobosan

Dengan berbagai persoalan yang ada di PDTS KBS, direksi diminta berani

Dengan berbagai persoalan yang ada di PDTS KBS, direksi diminta melakukan pembenahan secara menyeluruh.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sekretaris Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya, Edi Rahmat mendorong direksi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) berani melakukan terobosan.

Dengan berbagai persoalan yang ada, menurut Edi Rahmat pembenahan secara menyeluruh mutlak dibutuhkan untuk kembali menghidupkan salah satu ikon Kota Surabaya itu.

“Revitalisasi KBS harus segera dilakukan, agar kawasan konservasi itu menjadi lebih nyaman, bersih dan indah. Untuk itu, pengelolaannya harus professional,” saran Edi Rahmat, Rabu (19/10/2016).

Edi mengungkapkan, kondisi KBS saat ini masih perlu penataan. Pasalnya, di beberapa sudut terlihat kotor dan kumuh.

“Sebenarnya desain penataan sudah ada, karena gejolak yang ada di dalam, makanya (penataannya) terkendala ,” katanya.

Politisi dari Partai Hanura ini optimis persoalan sengketa aset non- tanah dan non-satwa yang saat ini terjadi akan segera selesai. Mengingat pihak Kejaksaan ikut terlibat dalam proses penyelesaiannya.

Untuk merevitalisasi KBS, selain dana penyertaan modal dari pemerintah kota juga membutuhkan support lain. Salah satunya dari Corporrate social Responsibility (CSR).

“Kalau CSR sepertinya sudah ada. Misalnya dari BUMN maupun perusahaan swasta,” ungkap Edi.

Namun, ia menyebutkan kendala lain dalam revitalisasi yakni belum adanya penilaian dari Kementrian Kehutanan terkait grade KBS. Kalangan dewan beberapa saat lalu telah melakukan kunjungan ke instansi terkait guna menanyakan klasifikasi KBS.

“Hingga saat ini belum jelas, KBS masuk kelas A, B atau C,” tandasnya.

Menurutnya, kepastian grade akan mempermudah dalam proses pengembangan KBS. Selain itu, Edi juga mendorong direksi mencontoh kebun binatang lain dalam pengelolaannya.

“Dengan usia KBS yang sudah 100 tahu, kita berharap ke depan KBS menjadi lebih baik,” pungkas Edi. (bmb/gbi)