Bareskim Periksa 8 Saksi Kasus Ahok dan Al Maidah

Gubernur DKI Jakarta yang juga cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato dengan pegawai pemerintah dan warga Kepulauan Seribu, Rabu (30/9) lalu.

Gubernur DKI Jakarta yang juga cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berpidato dengan pegawai pemerintah dan warga Kepulauan Seribu, Rabu (30/9) lalu.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Badan Reserse Kriminal Polri melanjutkan penyelidikan kasus dugaan penghinaan Al Quran oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Pulau Seribu. Hari ini, Rabu (19/10), penyidik Bareskrim memeriksa delapan orang sebagai saksi.

“Orang yang ada di tempat kejadian, dari dinas, orang sekitar, masyarakat biasa. Kita minta keterangan perwakilan,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Ari mengatakan, penyidik akan menganalisa kesaksian kedelapan orang itu. “Kita coba analisa, bandingkan keterangan dengan keterangan, persesuaian untuk memberikan satu gambaran situasinya seperti apa, keadaan yang sebenarnya, ceritanya bagaimana,” katanya.

Selain memeriksa saksi, Bareskrim Polri juga tengah meneliti video rekaman pernyataan Ahok tentang surat  Al Maidah ayat 51 di laboratorium forensik Polri.

“Dibuka nanti dan dipelajari, dan dibuka kembali dengan saksi yang melihat apakah ada yang berkesesuaian,” ujar Ari.

Selain itu, kata Ari, penyidik juga akan meminta keterangan dari ahli tafsir, ahli bahasa Indonesia, dan pakar hukum untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana dalam pernyataan Ahok. (vin/gbi)