Bareskrim Usut Dugaan Korupsi Pejabat Komnas HAM

Komisioner Komnas HAM.

Komisioner Komnas HAM.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mulai memeriksa pejabat Komi Nasional Hak asasi Manusia (Komnas HAM), Kamis (10/11) terkait dugaan kasus korupsi di tubuh lembaga tersebut.

Dimulainya penyelidikan kasus ini berlangsung beberapa hari setelah PB HMI melaporkan aparat Polda Metro Jaya ke Komnas HAM terkait penangkapan anggota organisasi itu. (Baca: PB HMI Laporkan Aparat Polda Metro ke Komnas HAM).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agus Riantomengungkapkan, hari ini salah satu pejabat Komnas HAM sudah mulai diperiksa, yakni Kepala Sub Perbendaharaan Komnas HAM Tahun 2015. Berdasar informasi di website komnasham.go.id, pejabat Sub Bagian Perbendaharaan adalah Rahmah Suryandari.

Menurut Agus, ada sejumlah hal yang mereka telusuri dan dalami terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pertanggungjawaban keuangan Komnas HAM tahun 2015.

“Informasi yang kami terima, memang informasi pemeriksaan itu benar. Jumlahnya berapa yang diperiksa, saya tidak tahu pasti. Kami akan telusuri beberapa hal terkait dugaan korupsi tersebut,” ujar ujar Agus di Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Berdasarkan surat dari Bareskrim Mabes Polri tertanggal 7 November 2016 ke Ketua Komnas HAM, Bareskrim meminta kepada Ketua Komnas HAM menghadirkan sejumlah pejabat Komnas HAM tahun 2015 untuk diperiksa dan dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pertanggungjawaban keuangan Komnas HAM tahun 2015.

Pertanggungjawaban keuangan tersebut diduga fiktif, antara lain: realisasi belanja barang, sewa rumah dinas komisioner, honorarium pelaksana kegiatan, serta kas lain. Dalam surat tersebut, Bareskrim meminta ketua Komnas HAM menghadirkan 16 pejabat Komnas HAM untuk diperiksa dugaan tindak pidana korupsi dalam pertanggungjawaban keuangan Komnas HAM tahun 2015. (bs/gbi)