Bawaslu: Kinerja KPU Amburadul dalam Verifikasi Faktual Parpol

oleh
Sidang Adjudikasi Bawaslu yang mengungkap ketidakcermatan kinerja KPU dalam melakukan verifikasi faktual Parpol.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkap fakta kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) ternyata amburadul dalam hal verifikasi faktual terhadap keberadaan partai politik (Parpol). Fakta itu terungkap dalam sidang adjudikasi yang melibatkan Partai Bulan Bintang (PBB).

Dalam sidang ini, Bawaslu akhirnya menyatakan PBB sebagai Parpol peserta Pemilu 2019. Proses persidangan ini diajukan oleh PBB dengan tergugat KPU. KPU dinilai kurang cermat saat melakukan verifikasi faktual Parpol.

Bawaslu melalui putusannya membatalkan keputusan KPU yang menyatakan PBB tidak memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2019.

“Memutuskan dalam eksepsi Termohon dalam pokok perkara, mengabulkan permohonan untuk seluruhnya. Kedua, menyatakan Partai Bulan Bintang memenuhi syarat sebagai peserta pemilu DPR, DPRD provinsi, dan kabupaten kota 2019,” kata Ketua Bawaslu, Abhan membacakan putusan sidang di Gedung Bawaslu, Jakarta, tadi malam.

(Baca Juga: Sipol Digugat, Sidang Bawaslu Perintahkan KPU Verifikasi Fisik Syarat Administrasi Parpol)

Putusan tersebut juga memerintahkan KPU untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) Pemilu Nomor 58/PL.01.1.-Kpt/03/KPU/II/2018 tentang Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2019. Sebab, dalam keputusan tersebut KPU menetapkan PBB tidak memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu.

“Memerintahkan KPU untuk menetapkan PBB sebagai Parpol peserta Pemilu 2019. Memerintahkan KPU untuk melaksanakan paling lambat tiga hari sejak putusan ini dibacakan,” tambah Abhan.

Dengan demikian, dalam waktu tiga hari terhitung mulai Senin (5/3/2018) hingga Rabu (7/3/2018), KPU wajib menentukan langkah selanjutnya.

KPU dapat memutuskan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atau menerima putusan Bawaslu.

Komisioner KPU, Hasyim Asy’ari enggan berkomentar banyak menghadapi putusan Bawaslu yang memenangkan PBB. Hasyim mengatakan, KPU akan mempelajari terlebih dahulu putusan Bawaslu itu sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya. Sebab, keputusan harus diambil melalui rapat pleno KPU.

Pada rapat pleno yang akan digelar Senin (5/3/2018) hari ini, selain mengkaji langkah hukum selanjutnya, KPU juga akan membahas teknis perlakuan terhadap PBB sebagai peserta Pemilu 2019, bila nantinya diputuskan tidak melanjutkan gugatan ke PTUN. Salah satunya, berkaitan dengan penentuan nomor urut PBB.

Selain itu, rapat pleno juga membahas sikap KPU terhadap KPU Manokwari Selatan terkait verifikasinya yang dinilai Bawaslu tidak cermat.
Hasyim mengatakan, KPU akan mencermati kembali verifikasi yang dilakukan oleh KPU Manokwari Selatan.

“Itu termasuk yang akan kami pertimbangkan. Karena kalau melihat apa yang dijadikan pertimbangan Bawaslu dalam putusannya, ada verifikasi di daerah tidak sesuai dengan yang ditentukan KPU,” ujar Hasyim.
Di sisi lain, Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra berharap KPU segera menjalankan putusan Bawaslu yang menyatakan partainya sebagai peserta Pemilu 2019.

Yusril berharap partainya segera diberi nomor urut oleh KPU setelah dinyatakan sah oleh Bawaslu sebagai peserta Pemilu 2019.

“Bawaslu mewajibkan (KPU) untuk melaksanakan keputusan ini dalam waktu tiga hari sejak dibacakan. Jadi harus ada keputusan yang baru yang mengatakan bahwa PBB ikut dalam Pemilu 2019 dan mudah-mudaahan dikasih nomor 19 juga,” kata Yusril.

Menurut Yusril, PBB memiliki sejarah yang panjang dengan angka 19. Pertama, saat ini PBB berusia 19 tahun. Selain itu, kantor firma hukum Yusril berada di lantai 19.

Namun, tambah Yusril, partainya tetap akan memantau sikap KPU ke depan yang memungkinkan menggugat putusan Bawaslu tersebut ke PTUN.

“Kami tunggu saja apa yang dilakukan KPU dalam tiga hari ini. Kami mempersiapkan seperti biasa, mempersiapkan banding-banding dan prosedur persiapannya. Kami tunggu beberapa hari ini. Apakah mereka akan mengajukan banding lagi ke PT TUN, kita lihat perkembangannya,” kata Yusril.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *