Begini Alur Pencairan Duit 7 Juta USD ke Novanto Cs

Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Setya Novanto.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong membeber aliran dana 7 juta USD ke anggota DPR 2009-2014. Uang tersebut mengalir ke kantong anggota dewan dalam dua tahap (tahun 2011 dan 2012) dengan alur yang berbeda.

“Yang saya ketahui, sebesar 7 juta USD yang diberikan kepada anggota DPR,” ujar Andi kepada majelis hakim di Pengadilan Tipikor, kemarin (30/11).

Andi mengungkapkan, pencairan duit yang bersumber dari uang muka proyek e-KTP itu dibahas di kediaman Ketua DPR Setya Novanto. Pertemuan itu dihadiri sejumlah orang selain Andi dan Novanto, ada juga Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana, dan Johannes Marliem

Menurut Andi, saat itu Novanto meminta agar fee yang akan diberikan kepada anggota DPR, diberikan melalui teman dekatnya yang juga pengusaha, yakni Made Oka Masagung. (Baca: Andi Narogong Bahas Uang Muka Lelang e-KTP di Rumah Novanto).

Dalam pertemuan berikutnya, Novanto dan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap terus menagih jatah atau fee sebesar 5 persen yang akan diberikan kepada anggota DPR. Andi menyatakan, di antara anggota konsorsium pelaksana e-KTP telah disepakati bahwa uang untuk anggota DPR akan disediakan oleh Direktur PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo.

“Waktu itu kami beritahu kepada Anang, commitment fee DPR yang 5 persen sudah ditagih, karena uang untuk DPR ada di kamu, di softwaredan hardware,” kata Andi.

Kemudian, Anang bersedia menyetorkan uang untuk DPR. Namun, Anang meminta agar dibuatkan invoice penagihan sehingga perusahaannya dapat melakukan pencairan uang.

“Invoice penagihan diberikan oleh PT Biomorf  kepada PT Quadra Solutions,” ungkap Andi. Atas surat tagihan tersebut, PT Quadra mengirim 3,5 juta USD kepada PT Biomorf.

Setelah itu, PT Biomorf mengirim uang 3,5 juta USD tersebut kepada rekening Made Oka Masagung di Singapura pada tahun 2011.

Menurut Andi, pemberian kedua juga diberikan dalam jumlah yang sama yakni sebesar 3,5 juta dollar AS. Namun, pemberian kedua dilakukan dengan alur yang berbeda.

Kali ini, penyerahan uang dilakukan langsung oleh Anang melalui transfer rekening bank antara PT Quadra Solutions kepada rekening Made Oka Masagung di Singapura.

Dalam persidangan, Andi meyakini uang-uang tersebut sudah ditransfer dan diterima oleh Novanto, Chairuman Harahap dan anggota DPR lainnya.

Sebab, menurut Andi, setelah adanya laporan penyerahan uang tersebut, tidak pernah ada lagi tagihan dari DPR. Usai dua kali pencairan duit sebeesar total  7 juta USD itu, Andi mengatakan, sudah tidak ada lagi anggota dewan yang menagih.

“Saat tidak ada yang menagih lagi, kami anggap semua sudah terdistribusi,” tuturnya. (tb/nad)