Begini Cara Polisi Paksa WW Masuk Mobil Tahanan

Mantan ketua DPRD Surabaya, Whisnus Wardhana saat digiring paksa polisi dari Gedung Kejati Jatim ke mobil tahanan dan dijebloskan ke Rutan Medaeng Sidoarjo.

Mantan ketua DPRD Surabaya, Whisnus Wardhana saat digiring paksa polisi dari Gedung Kejati Jatim ke mobil tahanan dan dijebloskan ke Rutan Medaeng Sidoarjo.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Penahanan mantan Ketua DPRD Surabaya, Whisnu Wardhana (WW), Kamis (6/10) sore berlangsung panas. Polisi harus menggiring paksa Ketua DPC Partai Hanura Surabaya itu ke mobil tahanan lantaran menolak ditangkap dan menandatangani surat penahanan.

Sebelum ditahan, WW terlebih dulu menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Tak lama kemudian, polisi datang ke Kantor Kejati untuk menjemput WW, kemarin sore.

Tapi WW bersikukuh tidak mau ditahan. Dengan berbagai dalih, WW enggan menuruti permintaan polisi untuk meneken surat penahanan dan masuk ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Medaeng.

Karena melawan, WW pun diseret penyidik dan polisi ke dalam mobil tahanan. Bukannya menyerah, WW tetap berontak dan bertahan, tidak mau masuk ke mobil. Bekas politisi Partai Demokrat itu baru masuk mobil setelah petugas mendorongnya paksa.

Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Romy Arizyanto mengakui penahanan WW melibatkan polisi. Tapi Romy membantah pelibatan tentara dan polisi akibat upaya perlawanan WW.

Pihaknya hanya ingin memastikan tidak ada kejadian yang tidak diinginkan selama proses penahanan berlangsung. “Perlawanan sedikit memang ada. Alhamdulillah penahanan berlangsung aman,” kata Romy.

Romy menambahkan pihaknya terpaksa menahan WW. Pihaknya berlasan WW berusaha melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Ia mencontohkan pemanggilan pertama kepada WW lalu. Saat itu WW tidak hadir dengan alasan sedang ada keperluan.

“Penahanan ini juga untuk memudahkan pemeriksaan,” ucapnya. (son/gbi)