Bekas Terdakwa Penipuan Balik Seret Pelapor ke Pengadilan

oleh
Bos CV Lem Indo Solution Surabaya Leny Anggreni menjalani sidang dakwaan di PN Surabaya, Selasa (20/3) Leny dilaporkan Direktur Utama PT Guna Karya Pembangunan, Salim Himawan Saputra, orang yang pernah dia laporkan atas kasus penipuan yang sama..

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Direktur Utama PT Guna Karya Pembangunan, Salim Himawan Saputra menyerang balik, Leny Anggreni dengan tuduhan penipuan. Bos CV Lem Indo Solution Surabaya itu diseret ke meja hijau dan didakwa tiga pasal berlapis.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa Leny disebut melakukan penipuan dan penggelapan senilai Rp 300 juta. Leny dianggap mengingkari penerimaan duit Rp 300 juta yang dibayarkan Himawan sebagai pengembalian utang.

“Tiga pasal. Yakni, pasal 372 KUHP Tentang Penggelapan, Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan dan Pasal 263 Tentang Pemalsuan,” ujar JPU Darwis di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (20/3)

Jaksa menjelaskan dalam dakwaannya, perkara ini berawal saat korban meminta pinjaman dana Rp 500 juta yang akan digunakan untuk pengerjaan proyek pada 20 Juni 2016. Korban kemudian mencicil pembayaran utangnya kepada terdakwa sebesar Rp 300 juta pada 12 Oktober 2016. (Baca: Kasus Penipuan Kontraktor Tol Solo-Kertosono, Saksi Sebut Pelapor Bukan Pemberi Utang).

Pembayaran cicilan utang itu diberikan satu lembar Bilyet Giro (BG) dari Bank BII Mybank yang diberikan kepada terdakwa di rumah makan Bakwan Kapasari Jalan Ngagel Jaya Selatan. BG itu langsung dicairkan oleh terdakwa.

Setelah berhasil mencairkan BG, terdakwa kembali melayangkan nota tagihan kepada saksi korban dengan No Surat 001/X/2016 REVISI pada pertengahan Desember 2016. Dalam surat itu tertulis tagihan pembayaran konsultan pajak serta pembayaran pemakaian kantor.

Hal ini menjadi aneh bagi kroban tidak mempunyai ikatan pekerjaan apapun terhadap terdakwa. Karena kejanggalan itu, korban tak menanggapi surat tagihan dari terdakwa.

Kemudian pada tanggal 14 Desember 2016 saksi korban mendapatkan surat somasi dari terdakwa melalui asistennya, Elizabet Kaverya. Anehnya, somasi atas nama Elizabeth tersebut menanyakan pengembalian total pinjaman Rp 500 juta kepada saksi korban.

Korban yang merasa tak memiliki pinjaman dari saksi Elizabet, kemudian mengkonfirmasi mengenai isi somasi yang dianggap tidak mengakui pembayaran cicilan Rp 300 juta sebelumnya. Sayangnya, pertanyaan ini tak ditanggapi terdakwa maupun Elizabeth.

Korban Salim Himawan Saputra pun merasa telah ditipu dan dirugikan Rp 300 juta.

Diakhir persidangan Ketua Majlis, Anne Russiana menunda persidangan hingga pekan depan dan untuk terdakwa Lenny Anggreini tetap ditahan. “Sidang tunda hingga pekan depan, dan terdakwa tetap ditahan,” ujar Ketua Majlis Anne Russiana.

Diketahui, Salim Himawan Saputra sebelumnya terlebih dulu dilaporkan oleh Elizabeth dan sempat disidang sebagai terdakwa kasus penipuan terkait utang piutang ini. Namun majelis hakim memvonis bebas Salim karena dakwaan jaksa tidak terbukti. (Baca: Penipuan Bos PT Guna Kaya Pembangunan Divonis Bebas). (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *