BNN Gerebek Transaksi Sabu 12 Kilo di Pluit

No comment 345 views

4b3f13a2-86b9-4f1f-82d9-e8833b582958_169

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek aksi transaksi Narkoba yang dilakukan 2 WNI dan 2 WNA saat di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Dalam operasi ini, BNN mengamankan 12 kilogram sabu.

Dua WNI yang jadi tersangka ini berinisial TS (61) dan A (32). Keduanya merupakan bapak dan anak. Sedangkan dua WNA lainnya berinisial LY (35) dan LC (32).

Mereka ditangkap petugas saat akan melakukan transaksi di depan rumah sakit di kawasan Pluit Raya, Jakarta Utara. Barang bukti tersebut dimasukkan ke dalam plastik bening kemudian dimasukkan ke dalam plastik alumunium dan dibawa dalam satu tas.

“Pada pukul 11.30 WIB tersangka TS menelepon LC berjanji untuk melakukan serah terima barang. Penangkapan dilakukan di depan RS Atma Jaya pada Sabtu (23/4) sekitat pukul 12.30 WIB ketika TS yang ditemani anaknya, A memasukkan sebuah tas ke dalam mobil,” ujar Kepala BNN, Komjen Budi Waseso, saat rilis di kantornya, Rabu (4/5/2016).

Menurut Buwas, LC adalah WNA asal Taiwan. Tersangka LC mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah milik temannya yang bernama Mr Ko.

“LC diminta oleh Mr Ko untuk datang ke Indonesia dengan iming-iming ditawari pekerjaan sebagai tukang kayu dengan upah Rp 800.000 per hari. Setelah mendapatkan tawaran tersebut LC kemudian mengajak LY untuk datang ke Indonesia karena LY sudah pernah 3 kali datang ke Indonesia sebelumnya,” terang Buwas.

Tersangka LC dan LY tiba di bandara Soekarno Hatta pada Rabu (20/4) sekitar pukul 21.30 WIB. Kemudian keduanya dijemput oleh pria tak dikenal dan dibawa ke sebuah hotel di daerah Pluit, Jakarta Utara.

Keesokan harinya, lanjut Buwas, LC diminta oleh Mr. Ko untuk mengambil sebuah peti kayu yang berada di bawah pohon untuk dibawa dan dibongkar di hotel tempatnya menginap. Sementara tersangka WNI TS pun mengaku bahwa ia dijanjikan uang dari hasil penjualan barangnya.

“Dari hasil penyidikan diketahui bahwa tersangka TS dijanjikan akan diberikan 100 juta rupiah dari hasil penjualan barang haram tersebut oleh teman yang menyuruhnya,” tutur Buwas.

Saat ini keempat tersangka telah diamankan oleh BNN karena terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. Atas perbuatannya para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1), subsider pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas penyitaan barang bukti sabu tersebut BNN telah menyelamatkan sekitar 61.535 orang pengguna narkoba di lndonesia. Para pelaku, atas perbuatannya dituntut hukuman penjara seumur hidup ataupun hukuman mati. (dtc/ziz)

Tags: