BNPT Belajar Ilmu Penanganan Terorisme di AS

oleh
Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius saat bertemu Kepala Kepolisan Federal Australia, Andrew Colvin.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menimba ilmu cara penanganan teroris dari negara lain. Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang dijadikan percontohan metode dan teknik menanggulangi terorisme.

Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius sendiri yang berkunjung Terrorism Screening Center (TSC) di  Washington DC,  Amerika Serikat, Senin (16/4) kemarin. Kunjungannya ke TSC ini merupakan bagian dari kunjungan balasan sekaligus berbagi ilmu tentang penanggulangan terorisme.

“Kami ingin mengetahui bagaimana cara pemerintah Amerika melakukan pemantauan dan penyaringan terhadap individu seseorang apakah orang tersebut terindikasi jaringan terorisme atau tidak,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, dalam siaran oers yabg diterima AKURAT.CO, Rabu (18/4).

Pada kesempatan itu, delegasi BNPT yang didampingi KBRI Washintgton DS dan mendapat sambutan hangat dari pimpinan TSC. Suhardi mengatakan, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak juga berkesempatan untuk menjelaskan mengenai perkembangan penanganan terorisme di masing-masing negara.

“Kami secara khusus juga menjelaskan tentang perkembangan terkini mengenai pola pendekatan soft approach (pendekatan lunak) yang kami lakukan dalam menangani masalah terorisme di Indonesia. Dan atas penjelasan kami tersebut, pimpinan TSC pun juga memberikan tanggapan positif  dengan pola pendekatan soft approach tersebut,” ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

Seperti diketahui TSC adalah sebuah pusat multi-lembaga yang dikelola oleh FBI, yamg bertugas sebagai pengawasan-balik kontraterorisme pemerintah AS. Lembaga ini bertanggung jawab atas pengelolaan dan operasi database  untuk memantau dan menyaring seseorang yang terlibat dalam jaringan terorisme. TSC adalah bagian vital dari jaringan peringatan dini dan interdiksi pemerintah yang kontra-terorisme AS.

Daftar pantauan adalah satu basis data yang berisi informasi keamanan nasional dan penegakan hukum yang sensitif mengenai identitas orang-orang yang diketahui atau patut diduga terlibat dalam kegiatan teroris. TSC menggunakan daftar pantauan untuk mendukung lembaga penyaringan garis depan dalam mengidentifikasi secara positif teroris yang dicurigai atau dicurigai yang berusaha mendapatkan visa, memasuki negara, naik pesawat, atau terlibat dalam kegiatan lain.

Sebagai rangkaian dari kunjungan ke AS, Kepala BNPT dan rombongan juga dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan Homeland Security AS dan Koordinator Penanggulangan Terorisme dari State Department AS.

Dalam kunjungan ke TSC itu Kepala BNPT didampingi Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi,  Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol Drs, Budiono Sandi, M.Hum, Direktur Kerjasama Bilateral, Brigjen Pol. Drs. Kris Erlangga Aji Wijaya, Direktur Regional dan Multilateral, Andhika Chrisnayudhanto, S.IP, SH, MA dan Kasubdit Kerjasama Amerika Eropa, Wandi Adrianto Syamsu. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *