Bonek Marah, Ketum PSSI Baru Janji Segera Selesaikan Dualisme Persebaya

Ratusan bonekmania berunjuk rasa di Mapolda Jatim dan bergerak (longmarch) ke Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (10/11) malam.

Ratusan bonekmania berunjuk rasa di Mapolda Jatim dan bergerak (longmarch) ke Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (10/11) malam.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonekmania menuntut Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mencabut klub kesayangannya. Mereka kecewa karena Exco PSSI batal mengakui Persebaya 1927 sebagai klub yang sah dan bisa kembali berkompetisi di Liga Indonesia.

Ratusan bonek meluapkan kemarahan dan kekecewaannya dengan menggelar demonstrasi ke Markas Polda Jawa Timur, Kamis (10/11).

“Pokoknya kita harus bersatu. Kita kepung Polda,” ucap Koordinator Bonek, Andi Peci.

Mapolda Jatim menjadi sasaran unjuk rasa bonek lantaran dianggap sebagai representasi Bhayangkara FC, yang pada kongres PSSI hari ini di Jakarta menggunakan hak Persebaya Surabaya sebagai voter pemilihan ketum. ”Persebaya tercatat sebagai voters, tapi dipakai oleh Bhayangkara FC,” tandas Andi.

Kongres PSSI yang dilangsungkan di Hotel Mercure, Ancol telah mengukuhkan Letjen Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI terpilih periode 2016-2020.  (Baca: Pangkostrad Terpilih Jadi Komandan Baru PSSI).

Namun dalam kongres itu, Komite Eksekutif periode sebelumnya, mengingkari janji untuk mengakui Persebaya Surabaya 1927 sebagai klub anggota PSSI yang sah. Exco batal membahas pengembalian status Persebaya dan beberapa klub lain karena ditentang mayoritas anggota.

Selain Persebaya, ada enam klub lain yang juga tidak diakui keabsahannya sebagai bentuk sanksi dari PSSI periode kepemimpinan Djohar Arifin Husin. Yakni Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persipasi Kota Bekasi.

Komite Eksekutif pada awal September lalu mengatakan kalau status hukuman pada mereka telah dipulihkan. Pemulihan juga diberikan pada beberapa individu yang dapat hukuman dari PSSI.

Penolakan membahas nasib Persebaya dan enam klub tersebut di antaranya datang dari salah satu voter dari Madura United, Haruna Soemitro. Setelah diadakan voting, asilnya, 14 pemilik suara setuju pemutihan sanksi dilakukan pada kongres hari ini, sedangkan 84 menolak, dan 7 abstain.

Keputusannya, pembahasan tersebut akhirnya ditiadakan dan akan diserahkan ke pengurusan PSSI yang baru pimpinan Edy Rahmayadi.

“Sebenarnya persoalan sepabola ini harusnya sudah clear di Kongres 10 November, soal dualisme dan soal hak. Tapi ini kan anti klimaks dari apa yang pernah dijanjikan oleh PSSI dan apa yang pernah dikomitmenkan oleh pemerintah,” cetusnya. Artinya klub yang belum dipulihkan ini kan menyisakan masalah dan pasti akan panjang.”

Untuk mengembalikan hak Persebaya, bonekmania akan melakukan demonstrasi dan gerakan besar di Surabaya selama sepekan ini.

“Kami akan melakukan gerakan yang cukup besar di Surabaya. Ini model revolusi sepkbola seperti apa. Memang pemerintah tidak boleh intervensi dalam persoalan ini. Tapi kalau itu melanggar prinsip fairplay dan banyak hal soal apa yang dicita- citakan pemerintah soal reformasi sepakbola Indonesia akan mentah saat ini,” kata Andi.

“Ya Bonek akan terus berjuang karena Bonek meyakini kami benar sampai sekarang. Tidak ada yang keliru. Kebenaran itu dari hasil pengadilan yang memenangkan kami. Harusnya Siapapun tidak boleh memakai Persebaya Surabaya atas nama PT Persebaya Indoneaia. Tidak boleh siapapun. Cuma tadi kan mengangkangi hukum yang ada di Indonesia.”

Pangkostrad TNI, Letjen Edy Rahmayadi dielu-elukan pendukungnya setelah terpilih sebagai Ketum baru PSSI periode 2016-2020 dalam Kongres, Kamis (10/11).

Pangkostrad TNI, Letjen Edy Rahmayadi dielu-elukan pendukungnya setelah terpilih sebagai Ketum baru PSSI periode 2016-2020 dalam Kongres, Kamis (10/11).

Selain menggeruduk Polda Jatim, bonek juga meminta Menpora untuk melakukan pembekuan kedua kepada PSSI.

“Ya kami masih berkomunikasi dengan Kemenpora. Tapi posisi kami dalam posisi memahami dan tidak memahami,” kata Andi.

“Saya pikir PSSI harus dibekukan lagi untuk membenahi model administrasi yang lebih bagus daripada pembekuan pertama. Pembekuan pertama kan hanya soal administratif tapi bukan pembekuan yang salah atau tidak salah,” ungkapnya.

Menanggapi kekecewaan dan tuntutan para bonek, Ktum PSSI baru, Edy Rahmayadi berjanji akan menyelesaikan persoalan Persebaya Surabaya secepatnya.

“Persebaya diselesaikan sesingkat-singkatnya dengan jalan yang tepat. Diselesaikan dengan visi PSSI yang akan kami ucapkan, yang bermartabat,” ucap Edy. (gbi)