Bonek Serbu Korem Bhaskara Jaya, Jebol Pintu Gerbang

oleh
Gerbang Makorem Bhaskara Jaya yang jebol oleh serbuan Bonek.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA– Ribuan pendukung klub Persebaya Surabaya atau biasa disebut Bonek menyerbu Markas Korem 084/Bhaskara Surabaya sejak dini hari tadi, Jumat (4/5/2018). Massa Bonek berkerumun untuk isa mendapatkan tiket nonton Persebaya yang dijual di Makorem Bhaskara Jaya. Ketidaksabaran para Bonek ini membuat pagar Makorem Bhaskara Jaya jebol.

“Jam 2 pagi sudah mulai banyak banget yang datang tapi kita tidak bukain pagar. Kira-kira pukul 7 itu pagar ambrol karena massa memaksa masuk,” ujar Andi, salah satu petugas dari Korem yang berjaga di lokasi.

Akibat didorong oleh ribuan Bonek, petugas pun terpaksa membuka pagar antrean lebih awal. Padahal di lokasi, petugas masih dalam tahap menyiapkan lokasi dan ada pula petugas yang sedang apel pagi.

“Sudah sejak pagi massa mulai dorong-dorong, padahal kita masih apel dan menyiapkan lokasi,” tambahnya.

(Baca Juga: Dua Provokator Bentrokan PSHT-Bonek Divonis 3 Tahun)

Petugas yang berjaga sudah sigap dengan memasang pagar barikade yang tersedia di sekitar lokasi demi menghalau massa yang berdesakan.

Petugas juga mengaku penjualan tiket di hari kedua ini lebih ramai dan rawan ricuh karena panitia hanya memusatkan penjualan di satu titik yakni di Korem saja. Sebelumnya penjualan tiket disebut juga dilakukan di dua titik lainnya yaitu di Kenjeran Park dan Gelora Bung Tomo.

Menurut petugas, ini karena dari evaluasi hari pertama, penjualan tiket di Korem dianggap lebih lancar dan tertib, sedangkan di dua lokasi lain terjadi kericuhan. Akhirnya panitia pun memusatkan penjualan tiket di Korem yang berakibat pada membludaknya massa yang ingin membeli tiket.

Ditambah lagi Bonek yang sejak kemarin sudah mendapat nomor antrean namun kehabisan tiket di hari pertama juga datang lagi untuk membeli tiket. Ini menyebabkan penumpukan massa. Kendati demikian, panitia mengungkapkan bahwa mereka hanya akan memprioritaskan Bonek yang antre hari ini saja.

Jalan Frontage A Yani depan Korem diberlakukan satu arah karena massa Bonek memarkir sepeda di badan jalan. Meski sudah diberlakukan satu arah, kemacetan pun tak dapat terhindarkan karena jalan yang tersisa hanya selebar 1,5 meter saja.

Danrem Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M Zulkifli mengaku insiden ini masih tergolong wajar.

“Tadi pagi kan itu terlalu banyak yang datang. Itu pagarnya terlambat kita buka saja,” jelasnya.

Menurut Zulkifli, situasi semacam ini wajar terjadi karena banyaknya Bonek yang datang untuk membeli tiket, bahkan banyak di antaranya yang telah mengantri sejak pukul 02.00 dini hari.

“Penjualan tiket dari kemarin mungkin jumlahnya agak besar dan agak banyak, tapi komunikasi kita dengan manajemen, kita bantu semaksimal mungkin Korem bisa bantu untuk arek-arek Bonek ini,” lanjutnya.

Meski telah diberlakukan dua pintu, massa sempat mendesak penjagaan petugas hingga menebus ke area penjualan tiket. Zulkifli sendiri sempat turun tangan untuk membantu mengamankan.

“Secara umum cukup kondusif. Apa yang kita harapkan bisa berjalanlah. Harapan manajemen Persebaya ketika ada kegiatan disini diharapkan tidak ada kejadian, semua bisa diatasi, tidak ada permasalahan yang menonjol,” tandasnya.

Sejak pukul 11.00 WIB massa perlahan mulai membubarkan diri, terutama saat panitia mengumumkan tiket yang tersedia hari ini telah habis terjual. Ribuan Bonek yang tersisa di luar barikade juga diarahkan untuk meninggalkan lokasi.

Untuk saat ini, pihak Korem sedang memperbaiki pagar yang dijebol massa.

“Kerusakan disini sedang diperbaiki,” tutup Zulkifli.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *