Bos PT Gala Bumi Perkasa Dituntut 3,5 Tahun

oleh
Henry J Gunawan saat menjalani persidangan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Direktur Utama (Dirut) PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Henry J Gunawan dituntut 3,5 tahun terkait kasus penipuan dalam pembelian saham PT GBP soal Pasar Turi.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, Henry didakwa melanggar pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelan hingga merugikan korban miliaran rupiah.

Dalam tuntutannya Henry J Gunawan dinyatakan bersalah karena telah melawan hukum sebagaimana dalam dakwaan kesatu yakni Pasal 378 KUHP dan/atau dakwaan kedua  Pasal 372 KUHP dan memenuhi seluruh unsur.

“Menutut Terdakwa (Henry J Gunawan)  3,5 tahun penjara,”baca Darwis dalam tuntutannya, Rabu (14/11/2018).

Selain itu kata Darwis, bahwa pada tanggal 23 Maret 2010 Henry J. Gunawan mengambil ahli Perusahaan PT.Gala Bumi Perkasa dari Teguh Kinarto yang saat itu masih menjabat Dirut PT.Gala Bumi Perkasa.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya Henry J. Gunawan menjelaskan bahwa pembelian saham oleh PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) sebesar 25,5 persen adalah hanya untuk proyek Pasar Turi saja.

Dana pembelian saham itu sebesar Rp 17 miliar, sedangkan aliran dana RP 17 miliar lainya untuk modal kerja (working capital) kewajiban PT GNS.

“Sedangkan setoran Rp 34 miliar adalah menjadi kewajiban perusahaan Totok Lucida dan Turino Junaidi dalam proyek pasar turi,” kata Henry dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (12/11).

Henry menjelaskan, bahwa dana yang mengalir ke PT Gala Bumi Perkasa itu seolah-olah pinjaman. Namun nyatanya tidak pernah digunakan oleh PT Gala Bumi Perkasa.

“Seolah-oleh PT GBP hutang kepada PT GNS. Namun kenyataanya tidak pernah. Makanya saya minta aktenya dibuat,” kata Henry.

Karena itu, dalam keteranganya dalam persidangan, Henry menjelaskan seharusnya dengan adanya akta 18 tersebut maka akta sebelumnya tidak berlaku.

“Akta 15 itu ada sebelum akta 18. Artinya kalau sudah akta baru yang lama tidak berlaku lagi,” tambahnya.

Henry juga membantah jika dikatakan pernah menjanjikan keuntungan. Bahkan, pihaknya menyebut dalam akta 18 disebutkan bahwa jika terdapat keuntungan atau kerugian maka akan ditanggung bersama.

“Tidak pernah menjanjikan keuntungan. Bahkan kalau ada keuntungan atau kerugian ditanggung bersama sesuai porsi saham,” kata Henry waktu itu. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.