BPK Ungkap Penyimpangan Dana Pensiun Pertamina Rp 599,29 Miliar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat membeber penyimpangan dana pensiun Pertamina.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap adanya penyimpangan pengelolaan dana pensiun PT Pertamina. BPK mengungkap penyimpangan ini membuat negara merugi hingga Rp 599,29 miliar.

“Untuk kasus dana pensiun Pertamina, BPK menyimpulkan ada penyimpangan untuk kegiatan investasi saham khusus pada pembelian saham PT Sugih Energy Tbk. Kerugian negara untuk kasus itu Rp 599,29 miliar,” beber auditor utama BPK, I Nyoman Wara dalam jumpa pers di kantor Kejagung, Jalan Sultan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).

Hasil audit kasus pengelolaan dana pensiun ini disampaikan BPK langsung ke Kejagung. Laporan pemeriksaan BPK langsung ditindaklanjuti Kejagung untuk penanganan perkara Eks Presiden Direktur Dana Pensiun PT Pertamina M Helmi Kamal Lubis.

(Baca Juga: Kejagung Tetapkan Eks Manager Teknik Pertamina Balikpapan Tersangka Korupsi)

BPK dalam auditnya menemukan penyimpangan dalam proses perencanaan, pelaksanaan maupun pembayaran untuk kegiatan investasi saham PT Sugih Energy. Helmi disangka penyidik Kejagung melakuka transaksi pembelian saham menggunakan duit pengelolaan dana pensiun yang menabrak aturan internal Pertamina.

Penyidik Kejagung sudah menahan Helmi pada 16 Februari lalu. Helmi yang disangka melakukan pidana korupsi sebagaimana diancam pidana Pasal 2 ayat 1 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi ini ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.(dtc/ziz)