Bupati Buton Jadi Tersangka Suap Sengketa Pilkada di MK

Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun diam-diam sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap pengurusan sengketa Pilkada di MK tahun 2011.

Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun diam-diam sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap pengurusan sengketa Pilkada di MK tahun 2011.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Satu lagi kepala daerah mnejadi tersangka kasus korupsi, Diam-diam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Akil Mochtar kala masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi.

Suap diduga untuk memenangkan Samsu Umar dalam perkara sengketa Pilkada Kabupaten Buton pada 2011. “Iya yang bersangkutan (Samsu Umar Abdul Samiun) sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat dihubungi, Rabu (19/10).

Laode enggan menjelaskan rinci duduk perkara yang telah dilakukan Samsu kepada terpidana seumur hidup, Akil Mochtar. Termasuk berapa nominal suapnya, ia tak mau membeberkan.

Pengungkapan kasus ini sebenarnya sudah dijanjikan KPK. Laode pernah menyatakan perkara lama akan diprioritaskan untuk dituntaskan.

“Semua kasus-kasus lama akan diselesaikan (termasuk suap sengketa Pilkada Buton). Sekarang masih dalam proses,” katanya, ketika itu, Senin (21/3).

Samsu Umar diketahui telah memberi uang Rp 1 miliar kepada Akil Mochtar. Hal itu bertujuan agar gugatan sengketa pilkadanya dimenangkan MK. Pemberian uang itu ia akui sendiri saat bersaksi pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Saya transfer ke CV Ratu Samagat, Rp 1 miliar,” kata Samsu saat bersaksi untuk terdakwa Akil Mochtar, Kamis (4/3/2014) silam. (mol/gbi)