Bupati Kukar akan Dijerat Pasal Pencucian Uang

oleh
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri kemana duit suap Rp 6,9 miliar yang mengalir ke Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.  Lembaga antirasuah tentu akan bekerjasama dengan Pusat Pelaporan analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelisik harta Rita dan menjeratnya dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Nanti sudah barang tentu akan dilakukan pemeriksaan, akan dilanjutkan dengan TPPU. Tapi sampai dengan saat ini karena tim masih di lapangan, pasal yang kita terapkan adalah psal 12 a dan 12 b (terkait suap) kemudian 12 B (terkait gratifikasi),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/9).

KPK belum merinci kepemilikan empat mobil yang disita dari rumah dinas dan Kantor Bupati Kukar. Mobil disita karena diduga terkait dengan perkara yang menjerat Rita. (Baca: Bupati Kukar Diduga Terima Suap Rp 6,9 Miliar, Empat Mobil Mewahnya Disita KPK).

“Menyita 4 mobil, Hummer H3, Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser, yang berada dalam penguasaan RIW (Rita Widyasari) namun dengan nama pihak lain,” tutur Basaria.

Dalam kasus ini, Rita terjerat pasal berlapis, yakni soal suap dan gratifikasi. Dia diduga menerima suap Rp 6 miliar dari Hery Susanto Gun selaku Direktur Utama PT SGP pada Juli dan Agustus 2010 untuk pemberian izin lokasi guna keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, kepada PT SGP (Sawit Golden Prima).

Sementara itu, dalam dugaan gratifikasi, Rita bersama Khairudin selaku Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) diduga menerima uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar. Gratifikasi itu diduga berkaitan dengan sejumlah proyek di Kukar.  (dt/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *