Bupati Kukar Tantang KPK Sumpah terkait Suap Rp 6,9 Miliar

oleh
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

 

GLOBALINDO.CO, SAMARINDA – Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari menantang Komisi Pemberantasan Korpsi membuktikan tuduhan dirinya menerima gratifikasi Rp 6,9 miliar terkait izin lokasi sawit dan pembangunan Mal Citra Gading. Ia bahkan berani melakukan sumpah pocong atau atas nama agama untuk membuktikan dirinya tak pernah menerima duit pelicin.

“Atas nama keadilan dan kebenaran yang semoga masih ada di negeri ini, saya dituduh menerima uang dari bapak Abun ini tgl 22 Juli 2010 melalui transfer dan 5 Agustus, saya berani sumpah apapun bahwa ini jual beli emas,” kata Rita melalui akun Facebooknya, Rabu (4/10).

Rita menyatakan, tak mau menerima apapun dari Direktur PT Sawit Golden Prima (SGP) Hery Susanto Gun yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya tanda tangan izin Abun 8 Juli, seminggu pasca menjadi bupati pertama, Abun dulu di pilkada pendukung calon lain, mana mungkin saya mau menerima apapun dari dia, karena jual beli emas saya minta di transfer, dan itulah saya dikatakan terima gratifikasi,” jelas Rita.

Selain itu, Rita meminta bukti dirinya menerima suap dari PT Citra Gading, melalui perantara tim suksesnya Khairuddin. (Baca: Bupati Kukar Diduga Terima Suap Rp 6,9 Miliar, Empat Mobil Mewahnya Disita KPK).

“Katanya PT Citra Gading memberikan uang ke Khairudin untuk saya, apa buktinya. Jangan hanya katanya, katanya. Hukum itu harus adil, saya hanya mengelus dada, atas pemberitaan yang ada,” kata Rita.

Menurut Rita, KPK bertindak terbur-buru menetapkan dirinya sebagai tersangka.  “Saya akan sampaikan pada dunia saya tidak bersalah, saya tidak korupsi, semoga tuhan mendengarkan saya dan membukakan hati KPK,” ucap Rita.

Ia meminta dukungan dan doa dari masyarakat Kukar untuk dalam menghadapi kasus dugana suap dan gratifikasi yang kini membelitnya.

“Rakyat Kukar bantu doa saya, siang malam, bahkan tidurpun aku memikirkan Kukar agar setara dengan daerah lain,dan semoga kita semua dijauhkan dari bala, amin,” kata Rita.

Hari ini, KPK mengagendakan pemeriksan perdana Rita sebagai tersangka kasus suap terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT SGP.

Selain memeriksa Bupati Rita, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Media Bangun Bersama (PT MBB), Khairuddin. Sama seperti Rita, Khairuddin juga akan diperiksa sebagai tersangka.

Khairuddin diperiksa sebagai tersangka atas dugaan menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya. “KHR diperiksa sebagai tersangka TPK (tindak pidana korupsi) menerima gratifikasi,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diyansyah, Rabu (4/10).

KPK resmi menetapkan Rita Widyasari sebagai tersangka suap di sejumlah proyek Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain Rita, KPK telah menetapkan Rita Widyasari sebagai tersangka bersama Khairudin, ketua tim suksesnya dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur pada 2018, serta Tim 11 yang diduga memiliki kaitan dengan berbagai proyek di lingkungan Pemkab Kukar.

Adapun tersangka lainnya adalah Hery Susanto Gun, Dirut PT Sawit Golden Prima (SGP). Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Hery diduga memberikan uang sebanyak Rp 6 miliar kepada Rita terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan lahan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar kepada PT SGP. (bin/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *