Buronan Pembunuh Pengikut Dimas Kanjeng Menyerahkan Diri

oleh
Salah seorang tersangka memperagakan rekonstruksi adegan pembunuhan terhadap Abdul Gani, pengikut Padepokan Dimas Kanjeng, Probolinggo di Mapolda Jatim.
Salah seorang tersangka memperagakan rekonstruksi adegan pembunuhan terhadap Abdul Gani, pengikut Padepokan Dimas  Kanjeng, Probolinggo di Mapolda Jatim.
Salah seorang tersangka memperagakan rekonstruksi adegan pembunuhan terhadap Abdul Gani, pengikut Padepokan Dimas Kanjeng, Probolinggo di Mapolda Jatim.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Salah satu buronan kasus pembunuhan terhadap Abdul Gani, pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Jawa Timur, Kamis (6/10). Dengan demikian, masih ada tiga tersangka lain yang belum tertangkap.

Buronan berinisial MY asal Probolinggo yang menyerahkan diri berperan membantu pembunuhan Abdul Gani. MY diketahui juga pengikut Padepokan Dimas Kanjeng.

“Jadi sekarang tinggal tiga DPO (daftar pencarian orang) yang belum tertangkap,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Argo Yuwono.

Dari sembilan orang, yang sudah tertangkap lima tersangka dan seorang menyerahkan diri.  “Salah satu dari enam tersangka yang ditahan Mapolda Jatim adalah pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng itu sendiri, yakni Taat Pribadi,” kata Argo.

Keluarga almarhum Abdul Gani (43), menyatakan Gani tak begitu banyak bercerita tentang masalahnya dengan pendiri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu sehingga Gani sampai dibunuh. Taat Pribadi diduga kuat dalang dari aksi pembunuhan tersebut.

Saat ini Taat menjadi tersangka kasus pembunuhan dan penipuan. Argo tak mempermasalahkan soal rencana Taat Pribadi mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

“Yang jelas, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 KUHP,” katanya.

Aswati, kakak Gani, mengungkapkan, ada perkataan Gani yang menandakan ia dalam masalah. “Maju kena mundur kena, begitu katanya,” kata Aswati saat ditemui di kampung halaman Gani di Desa Krampilan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pekan lalu.

Salah satu keponakan Gani menambahkan, ia masih mengingat ucapan terakhir Gani sebelum ditemukan tewas. “Terakhir mengatakan akan melakukan pertemuan dengan Kanjeng (Taat Pribadi) di padepokan,” ujar remaja yang enggan disebutkan namanya ini. Setelah itu, Gani tak diketahui kabarnya dan ditemukan tewas.

Taat Pribadi, 46 tahun, disangka menjadi dalang pembunuhan dua orang bekas anak buahnya, yakni Abdul Gani dan Ismail Hidayah. Gani dan Ismail termasuk orang yang membantu Taat selama menjalankan aktivitas padepokan yang berdiri pada 2007 di Desa Wangkal dan Gadingwetan, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur, itu. (tp/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.