Bursa Cawapres Jokowi, ICW Sodorkan Mahfud MD, PD Getol Dorong AHY

oleh
Presden Joko Widodo dengan Mahfud MD saat bertemu dalam satu forum. Dalam kesempatan lain, Jokowi menerima kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono di Istana Negara, hari ini.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Indonesia Corruptiosn Watch memunculkan satu nama lagi di bursa bakal calon capres pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 nanti. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD dinilai pantas mendampingi capres incumbent.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz menilai, Mahfud MD adlah contoh figur cawapres yang ideal untuk Jokowi.

“Saya berani untuk mencoba untuk menawarkan nama yang ideal, Profesor Mahfud,” kata Donal, dalam diskusi yang diselenggarakan ICW bertema ‘Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Antikorupsi dan Demokrasi’, di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).

Bagi ICW, mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid itu memenuhi tiga syarat capres dan cawapres yang ideal. Donal menjelaskan kriteria capres-cawapres ideal adalah sosok bersih dan negarawan, memiliki visi penegakan hukum dan demokrasi yang kuat dan konsisten, berani melawan mafia hukum dan mafia bisnis.

“Profesor Mahfud menurut saya salah satu di antara sedikit orang yang bisa memenuhi tiga kriteria itu,” ujar Donal.

Dalam hal bersih dan negarawan, sebagai mantan Ketua MK, Mahfud sudah memenuhi syarat pertama. Kemudian, lanjut Donal, Mahfud adalah seorang profesor bidang hukum. Hal ini penting untuk mengawal isu memiliki visi penegakan hukum dan demokrasi yang kuat dan konsisten.

“Kemudian yang ketiga, beliau (Mafud) juga seringkali bicara soal mafia hukum dan mafia bisnis,” ujar Donal.

Karenanya, Mahfud dinilai layak untuk menjadi pendamping Jokowi. Mahfud juga dinilai tidak punya persoalan hukum di masa lalu.

“Beda dengan sejumlah nama-nama yang banyak sekali balihonya di mana-mana tapi kalau kita telusuri ada jejak-jejak hukum masa lalu yang tidak tuntas,” ujar Donal.

Munculnya nama Mahfud di bursa Cawapres berarti menambah daftar pesaing Agus Harimurti Yudhoyono yang sudah lebih dulu mengawali penjajakan dengan Jokowi. Hingga kini, Partai Demokrat masih rajin mendorong suksesnya duet Jokowi-AHY di Pilpres 2019 nanti.

“Ya semua kemungkinan di politik kan terbuka. Anything possible (apapun mungkin), gitu lho,” kata Ketua DPP PD Didik Mukrianto saat dihubungi, Selasa (6/3).

Meski demikian, pernyataan tersebut belum berupa keputusan. Politik itu disebutnya dinamis, apapun bisa terjadi. Didik mengatakan waktu hingga pendaftaran capres-cawapres Pilpres 2019 masih cukup panjang.
“Kalaupun keputusan diambil sekarang, siapa yang akan menjamin untuk menjadi kawan kita, siapa yang akan menjadi kompetitor kita? Itu kan dalam hitung-hitungan yang tidak bisa kita nafikan,” sebut Didik.

Pagi tadi, Jokowi menerima kunjungan AHY di Istana. AHY bertandang dalam rangka politik, yaitu memberi undangan Rapimnas Demokrat kepada Jokowi.

“Butuh pemikiran yang cukup matang, rasional dan juga harus bisa memberikan yang baik,” imbuh anggota Komisi III DPR itu. (kc/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.