Bus Rombongan Silatnas PPDI Asal Purworejo Kecelakaan di Banyumas, 4 Luka Serius

oleh
Bus rombongan perangkat desa yang terguling dan masuk sawah.

GLOBALINDO.CO, BANYUMAS – Rombongan perangkat desa asal Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah usai mengikuti ajang Silaturahmi Nasional (Silatnas) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Jakarta mengalami kecelakaan di wilayah Lumbir, Banyumas, Rabu (25/10/2017).

Sedikitnya 4 orang mengalami luka serius dan mendapatkan perawatan intensif. Kecelakaan terjadi sekira pukul 03.30 WIB di tikungan Babakan, Desa Cidora, Kecamatan Lumbir, Banyumas.

Bus yang ditumpangi sekitar 43 perangkat desa melalui jalur selatan, Majenang Cilacap. Saat melewati wilayah Lumbir Banyumas, bus masuk ke sawah dam terguling.

(Baca Juga: Kecelakaan di Tol Jagorawi, Bus Doa Ibu Hantam Truk, 1 Tewas, 3 Luka)

Salah satu perangkat Desa Cidora, Kecamatan Lumbir, Abi Jatmiko mengatakan, Bus Berlian bernomor polisi AA 1632 DD mengalami kecelakaan sekitar pukul 03.30 WIB.

“Sekitar jam 03.30 WIB kejadiannya, ada suara keras ‘bruk’, pas ditengok tahu-tahu posisi bus sudah masuk sawah,” kata Abi.

Dia menjelaskan, saat kejadian ada 4 penumpang yang mengalami luka cukup parah. Ada penumpang yang sempat terjepit badan di dalam bus.

“Warga langsung membantu mengangkat penumpang yang luka-luka, ada yang terjepit, separuh badan, untungnya tana sawah lembek, kalau tidak ya gak tahu,” ujarnya.

Dia mengatakan jika rombongan perangkat desa tersebut hendak pulang usai melakukan aksi di Istana Negara Jakarta. Akibat kecelakaan tersebut semua penumpang dievakuasi oleh warga melalui kaca depan.

“Katanya habis aksi di Istana Negara di Jakarta dan mau pulang ke Purworejo. Di sini jalurnya memang banyak tikungan dari Karang Pucung sampai Wangon. Kemungkinan sopir ngantuk,” jelasnya.

Saat ini sebagian penumpang bus yang tidak mengalami luka sudah diperbolehkan pulangkan menuju Purworejo. Sedangkan korban luka-luka masih berada di Puskesmas Lumbir.

Kasat Lantas Polres Banyumas, AKP Dwi Nugroho menambahkan, kecelakaan diduga akibat sopir bus mengantuk. Sementara jalan di lokasi banyak tikungan tajam dan berkelok-kelok sehingga rawan kecelakaan.

“Dari keterangan sopir bus dan dari olah TKP, sementara disimpulkan jika sopir ngantuk, karena terlihat dari aspal atau jalan yang tidak ada bekas pengereman sama sekali, kendaraan lurus langsung masuk ke sawah,” jelasnya.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *