Busyet…Bos Perusahaan Aspal di Kediri cabuli 58 Anak Gadis

Pencabulan pada anak di bawah umur (Ilustrasi)

Pencabulan pada anak di bawah umur (Ilustrasi)

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kekerasan seksual Kian marak terjadi. Bahkan kali ini, seorang pengusaha aspal berusia baya di Kediri, Jawa Timur, Sonni Sandra alias Koko (60) dilaporkan telah mencabuli 58 anak perawan di bawah umur.

Dari jumlah tersebut, hanya 17 anak gadis yang teridentifikasi menjadi korban. Hanya lima orang yang mau melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

“Sebelum lapor ke KPAI saya kontak dengan Mbak Erlinda. Tidak ada tindak lanjut, kami laporkan. Data kami 17 anak tadi,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Brantas, Habib dalam konferensi pers di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (16/5).

Kasus ini terungkap berdasar laporan aktivis dari Kediri ke Komnas Perlindungan Anak Indonesia. Tersangka yang juga Direktur Utama PT Tripel S Kediri itu telah menggagahi

Habib mengatakan, dari lima kasus yang diproses hukum, dua di antaranya sedang disidangkan di Pengadilan Kota Kediri. Adapun tiga kasus lain diproses di Pengadilan Kabupaten Kediri.

“Data kami 17 anak. Setelah berkembang ada masukan-masukan. Terlacak mereka (korban). Tapi sudah pindah-pindah semua. Pindahnya kurang tahu,” kata Habib.

Berdasarkan data dari LSM Brantas, diketahui salah satu korban, AK (13),  saat kejadian masih duduk di kelas 6 SDN Jagalan V Kota Kediri. AK anak dari seorang janda tukang cuci pakaian.

AK berteman dengan IG (16), yang saat itu duduk di kelas 2 SMP. IG inilah yang mengajak AK pada Minggu, di Maret 2015, untuk bertemu dengan Koko. IG menjemput AK di Rumah Sakit Gambiran menuju Hotel Bukit Daun sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam perjalanan menuju kamar hotel, AK diminta meminum pil sebanyak 3 kali. Saat bertemu dengan Koko, AK mendapatkan pengakuan Koko masih bujang. Lalu AK dicabuli dan diberi pesan agar mengajak temannya lagi yang masih perawan untuk bertemu dengan Koko.

AK dicabuli pelaku kadang sendirian ataupun berdua dan bertiga dengan korban lainnya. AK sempat hilang selama 5 hari. Ibu AK sempat mencarinya, tapi tak juga ditemukan. Sehingga ibu AK sempat melaporkan kehilangan anaknya ke pengurus RT dan RW.

Pada hari kelima, AK ditemukan di Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri. AK pun ditanyai soal kepergiannya dan akhirnya mengaku dicabuli Koko. Ibu AK pun melaporkan kejadian ini ke bagian perlindungan anak.

Dari pengakuan AK inilah terungkap korban-korban lainnya yang juga mengenal Koko dari IG. Saat ini kasus AK masih diproses di Pengadilan Kediri Kota. (vin/gbi)