Caketum Golkar Wajib Bayar Upeti Rp 1 Miliar

No comment 424 views

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Para calon nakhoda baru Partai Golkar harus menyiapkan dana dan logistik besar untuk mendapat tiket maju dalam bursa kandidat Ketua Umum partai beringin. Mereka harus merogoh sedikitnya Rp 1 miliar untuk disetor ke kas partai.

Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie menyatakan, duit setoran dari para caketum itu bukan untuk ‘mengupahi’ pengurus Golkar yang sekarang. Tetapi akan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang bakal digelar pada 23-26 Mei 2016.

Besaran upeti itu sesuai kesepakatan dalam Rapat Pleno DPP Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/4). “Uang caketum ditetapkan Rp 1 miliar, kemudian uang saku daerah ditiadakan,” kata politisi yang akrab disapa Ical ini usai Rapat Pleno tersebut.

Selain upeti dari caketum, kata Aburizal, biaya penyelenggaraan Munaslub akan ditanggung secara gotong-royong oleh kader partai Golkar. Menurut dia, seluruh anggota partai ikut berkontribusi untuk suksesnya penyelenggaraan Munaslub.

“Pembiayaan diselesaikan secara gotong-royong, semua ikut, DPP ikut, anggota ikut, calon calon ikut. Partai Golkar mengedepankan prinsip-prinsip gotong-royong,”ujar dia.

Untuk uang transportasi pengurus daerah, kata Aburizal akan disesuaikan dengan daerah masing-masing. Daerah yang jauh akan mendapat uang transportasi lebih besar dibandingkan dengan daerah yang dekat.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid mengungkapkan estimasi biaya penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar mencapai Rp 66,9 miliar.

“Total anggaran yang diperlukan untuk penyelenggaraan Munaslub yang bersih dan berkualitas adalah Rp 66,9 miliar,” kata Nurdin.

Saat Rapat Pleno, Panitia Pengarah, kata Nurdin menawarkan agar dari total estimasi pembiayaan Munaslub Golkar Rp 66,9 miliar, sebanyak Rp 49,97 miliar agar dapat ditanggung para calon ketua umum.

“Jika ada sembilan calon ketua umum, maka masing-masing bisa membayar senilai Rp 5,553 miliar. Sedangkan bila jumlah calon hanya enam orang, maka dana ditanggung sebesar Rp 8,3 miliar per kandidat. Selanjutnya jika calon berjumlah lima orang, dana yang harus ditanggung menjadi Rp 9,9 miliar, dan empat orang calon sebesar Rp 12,492 miliar,” jelas Nurdin.

Namun, Nurdin yang ditemui usai Rapat Pleno mengaku telah disepakati bahwa setiap caketum hanya dibeban uang sebesar Rp 1 miliar. Menurut Nurdin, angkat tersebut sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 37 tentang keuangan. “Telah ditetapkan dan diputuskan setiap caketum Rp 1 miliar. Itu diputuskan secara aklamasi,” pungkas Nurdin. (bs/gbi)

Tags: