Cegah Adanya Dukungan Ganda, KPU Siapkan Sistem Aplikasi Silon

oleh
Komisioner KPU Surabaya, saat acara media gathering tadi sore.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Persiapan serius ditunjukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, menyambut Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Surabaya 2020 mendatang. Salah satunya dengan menyiapkan Sistem Aplikasi Pencalonan (Silon).

Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggara, Muhammad Kholid Asyadulloh berharap, sistem aplikasi Silon mampu meminimalisir adanya dukungan ganda kepada bakal pasangan calon yang maju melalui jalur independen.

“Nantinya calon pasangan wali kota dan wakil wali kota yang maju dari jalur perseorangan diharuskan mengentri dukungan yang diperolehnya melalui Sistem aplikasi Silon,” jelas Muhammad Kholid Asyadullah, Kamis (19/12/2019).

Muhammad Kholid Asyadulloh, mengatakan bahwa selain mengumpulkan formulir pasangan calon juga harus mengentri data dukungan sebanyak 138.565 surat dukungan yang tersebar minimal 16 kecamatan ke aplikasi Silon.

“Selain mengumpulkan secara fisik dukungan berbentuk KTP dan Surat dukungan mereka juga harus memasukkan data-data disurat dukungan itu ke sistem yang namanya Silon,” jelasnya.

Menurut Kholid, sistem Silon ini merupakan aplikasi yang mampu mendeteksi adanya data dukungan yang ganda.

”Sistem akan membaca dan menolak data yang dientry jika terdapat kesamaan atau ganda. Dan itu otomatis,” tegasnya saat ditemui usai media gathering dengan media.

Kholid menambahkan, sistem Silon tersebut didapatkan dari KPU Kota Surabaya dengan mengirimkan perwakilan untuk mendapatkan akun dari sistem Silon.

“Mereka (red : para pasangan calon) untuk mendapatkan sistem tersebut harus menyerahkan mandat kepada siapa yang ditunjuk dan KPU akan memberikan akun dari sistem Silon tersebut kepada yang ditunjuk oleh pasangan calon,” tambahnya.

Kholid menyebut bahwa sistem aplikasi Silon menjadi syarat wajib bagi bakal pasangan calon dari perseorangan untuk meng-entry data dari formulir dukungan yang dikumpulkan sebagai syarat mencalonkan diri menjadi pasangan calon dari jalur perseorangan.

“Setelah itu tahap selanjutnya mereka harus menyerahkan hard copy dan hasil data entry kepada KPU Surabaya mulai 19 sampai 23 februari tahun 2020,” pungkas Kholid. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.