Cerai karena Selingkuh, 3 Hal yang Wajib Anda Pahami

ilustrasi

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Perselingkuhan terjadi dalam pernikahan merupakan mimpi buruk bagi setiap pasangan. Apabila hal ini terjadi, Anda dan pasangan memiliki dua pilihan. Yaitu memperbaiki dan kembali melanjutkan hubungan dari nol, atau harus mengakhirinya.

Untuk melanjutkan hubungan dari awal lagi dan mengakhiri sama-sama punya konsekuensi yang berbeda. Semua keputusan berada di tangan Anda untuk menentukan mana yang terbaik. Jika Anda besihkeras memilih untuk menyudahi pernikahan dan membawanya ke meja hijau, maka ada beberapa hal yang wajib dipikirkan serta pahami.

Selain harus kuat menjalani segala proses perceraian yang melelahkan, berikut hal-hal yang perlu diketahui terutama apabila Anda dan pasangan sudah memiliki anak.

 

  1. Hak asuh anak

Jika melihat usia, biasanya anak di bawah umur akan diasuh oleh ibunya. Namun, pada kasus tertentu seperti perselingkuhan, biasanya hak asuh anak akan jatuh pada pihak yang tak berselingkuh. Dalam hal ini jika memang Anda yang melakukan perselingkuhan, terima dengan lapang kenyataan bahwa Anda harus berpisah dengan anak.

 

  1. Tetap menjadi tim yang baik

Psikolog Klinis dari Universitas Indonesia, Sri Juwita Kusumawardhani, menjelasakan Anda boleh berpisah dengan pasangan, tetapi Anda dan pasangan harus tetap kompak dalam mengasuh anak. Siapapun yang mendapatkan hak asuh, jangan saling menjelek-jelekkan mantan pasangan, terutama di depan anak. Hal ini hanya membuat anak makin kehilangan rasa hormat terhadap kedua orang tuanya.

  1. Tidak ada jaminan siapa yang terbaik

Yang mendapatkan hak asuh anak, merupakan keputusan yang terbaik. Menurut Sri Juwita, tidak ada jaminan bahwa anak yang diasuh Ibu pasti lebih baik, begitu pula tidak ada kepastian anak yang diasuh oleh ayah akan ditelantarkan. Lakukan saja yang terbaik untuk anak Anda. (nh/tmp)