Cerita Angkernya Lokasi Kecelakaan Maut di Ruas Tol Ngawi-Kertosono

oleh
Kondisi bus pariwisata Subur Jaya yang rusak parah usai bertabrakan dengan dengan truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600, tepatnya di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jatim, Kamis (5/4) yang diabadikan oleh netizen.

GLOBALINDO.CO, NGAWI – Kecelakaan maut bus pariwisata dengan truk tronton bermuatan minyak goreng di jalan tol Ngawi-Kertosono KM 586, Kamis (5/4) menyisakan misteri. Beberapa warga di sekitar ruas tol Wilangan mengungkapkan titik lokasi kecelakaan memang terkenal angker.

“Lokasi itu sebelum dibangun tol memang terkenal angker,” jelas, Kusmanto (42), warga Desa Kasreman pedagang es kelapa muda di timur overpass yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi, Kamis (5/4).

Tabrakan maut terjadi antara bus pariwisata Subur Jaya dengan truk tronton bermuatan minyak goreng kemasan di Jalan Tol Ngawi-Kertosono KM 586-600, tepatnya di Desa Kasreman, Kecamatan Geneng, Ngawi, Jatim, Kamis. Kecelakaan ini menelan satu korban jiwa, dan lima orang lain mengalami luka. Korban tewas adalah Abeh (52) warga Rembang, Jawa Tengah, yang merupakan kernet dari bus pariwisata PO Subur Jaya.

Ruas tol Ngawi-Kertsono baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (29/3) lalu. (Baca: Jakarta-Surabaya hanya 10 Jam, Total Biaya Tol Ditaksir Rp 681 Ribu).

Menurut Kusmanto, anggapan angkernya ini muncul ketika warga mengamati proses pembangunan proyek tol tersebut, yaitu di pertengahan tahun 2017. Saat itu ada sebuah pohon jenis gempol yang tidak bisa dirobohkan oleh pekerja proyek.

“Pohon itu tidak terlalu besar juga tidak tinggi, tapi susah dirobohkan, bahkan dengan alat berat backhoe sekalipun,” tuturnya.

Kusmanto menambahkan, untuk merobohkan pohon gempol tersebut, pihak pemborong jalan tol telah membeli dua backhoe. Tetapi dua alat berat tersebut tidak berhasil menggoyahkan pohon ini.

“Bahkan alatnya yang patah, sampai dikerahkan beli dua mesin dozer (backhoe, red) baru untuk merobohkan tapi gagal juga,” ucapnya.

Tak hanya itu, saat pekerja berupaya merobohkan pohon tersebut, salah seorang pekerja proyek dikabarkan meninggal dunia, tepat sehari setelah pekerja mencoba merobohkan pohon itu dengan backhoe.

Ketika proses perobohan berlangsung, para pekerja juga menemukan banyak ular di seputaran pohon ini. Kabarnya pekerja ini tidak mempercayai adanya hal-hal gaib yang berkaitan dengan pohon tersebut.

“Dia sengaja membunuh banyak ular yang dianggapnya mengganggu pekerja proyek. Dengan backhoe itu dibunuh ularnya. Ada besar dan kecil,” kisahnya.

Hal aneh lain juga disampaikan oleh Kusmanto. Salah satu pekerja mendapat perintah agar mereka tetap berupaya merobohkan pohon tersebut, bahkan di hari libur. Kusmanto menceritakan, pernah ada sebuah kejadian pekerja backhoe mendapat telepon dari mandornya untuk melanjutkan penumbangan pohon gempol.

”Tapi ternyata mandor tidak pernah menyuruh pekerja itu. Nah saat mandor menyusul ke lokasi, mobilnya mogok tidak bisa jalan di lokasi. Sampai diderek juga,” kenang Kusmanto.

Kusmanto mengatakan, pohon itu belakangan dapat dirobohkan setelah pihak pemborong membuat acara selamatan dan kirim doa.

“Akhirnya bisa roboh setelah ada upacara selametan nasi tumpeng lengkap ayam panggang. Istilahnya kata paranormal harus permisi dulu sebelum mengerjakan proyek,” pungkas Kusmanto.

Warga lain, Samidin membenarkan kabar tersebut. “Iya itu angker sana yang diceritakan pak Kusmanto. Ndak bisa dirobohkan pohonnya,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 100 meter di selatan lokasi kecelakaan KM 586 Tol Ngawi-Kertosono juga terdapat punden atau sendang yang dikeramatkan warga Dusun Klumpit Desa Kersikan Kecamatan Geneng Ngawi. (dt/adi)

Ini video pasca kecelakaan di ruas Tol Ngawi-Kertosono, Kamis (5/4):

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *