Cetak 75 Ribu Hektare Sawah Baru, Mentan Targetkan RI Jadi Lumbung Pangan Dunia 2045

oleh
ilustrasi
ilustrasi

GLOBALINDO.CO, BALIKPAPAN  – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang telah menargetkan mencetak 75 ribu hektare area persawahan baru berada di wilayah Kalimantan. Area persawahan tersebut merupakan komitmen dari masing-masing provinsi guna mewajudkan lumbung pangan di Kalimantan.

“Dari masing-masing provinsi sudah semua menyampaikan usulan pencetakan sawah baru berikut kebutuhan infrastruktur,” tuturnya saat melakukan kunjungan kerja di Balikpapan, Rabu 12 Oktober 2016.

Amran menegaskan seluruh provinsi di Kalimantan merespon positif agenda pemerintah dalam menjadikan swasembada pangan di wilayahnya. Mereka juga menyertakan perencanaan infrastruktur seperti pengadaan embung, dam parit, long storage, pipanisasi, pompanisasi, rehabilitasi jarigan irigasi tersier (RJIT) dan sumur dangkal yang total anggaranya senilai Rp 2,28 triliun.

Pembuatan area persawahan baru, ujar Amran saat ini dipusatkan di wilayah Kalimantan Barat ( 50 ribu hektare) dan Kalimantan Tengah (21.550 hektare). Sisanya seluas 4.145 hektare dibagi di wilayah timur, selatan dan utara.

Pembukaan sawahan baru nantinya harus diimbangi pernyertaan bibit padi, jagung, kedelai berikut alsintan pra/pasca panen senilai Rp 10,9 triliun di Kalimantan. Kementerian Pertanian telah berkomitmen mencukupi seluruh kebutuhan sesuai permintaan pemerintah kota/kabupaten.

“Saya menuntut hasilnya. Jika tak ada progres, tak ada harapan tahun depan. Kami evaluasi lagi saat sudah ada kepala daerah pengganti anda,” tegas Amran.

Amran sangat menuntut peningkatan produktifitas serta kualitas pada masa tanam petani Kalimantan ditingkatkan menjadi tiga kali setahun. Sebab, masa tanam petani Kalimantan hanya sekali dalam setahun. “Saat ini produksi beras hanya 15 juta ton. Jika dua atau tiga kali masa tanam bisa menghasilkan setidaknya 30 juta ton, selesai sudah di Kalimantan, inflasi rendah dan kemiskinan menurun.”

Amran juga menargetkan pembukaan 2 juta hektare area persawahan baru seluruh Indonesia.

Amran telah menyusun roadmap pengembangan komoditas pangan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang. Secara bertahap,  Indonesia akan menjadi lumbung pangan industri padi, bawang merah, cabai, jagung, gula, kedelai, gula industri, daging sapi dan bawang putih.

 

Bupati Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, Yusran Aspar mengungkapkan wilayahnya menjadi salah satu penghasil padi bagi masyarakat. Petani mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 10 juta per hectare sekali panen.

“Pendapatan petani di Penajam cukup lumayan sekali panennya,” ujar Yusran.Ia  mengharapakn masa panen hasil pangan padi, jagung dan kedelai bisa meningkat menjadi tiga kali dalam setahun. (tmp/nh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.